Makna Meninggalnya Orang Alim, Meninggalnya Alam
NU Online · Jumat, 9 Agustus 2019 | 12:00 WIB
Menurut Kiai Miftah alim dalam ungkapan tersebut terutama mereka dalam penguasaan ilmu agama. Namun demikian, sebetulnya, alim dalam ilmu agama dan umum tidak seharusnya ada dikotomi. Seharusnya orang alim ilmu agama itu mengerti ilmu umum.
“Ilmu umum itu hasil dari peneleaahan terhadap ayat-ayat kauniyah, kejadian alam, ada gempa, gerhana, hujan, semuanya itu ilmu. Hanya orang membedakan disebut umum karena rasulullah tidak membawanya secara ditetapkan sebagai salah syariat, ahkamus syar’i,” jelasnya.
Sementara Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin bahwa setelah para nabi dan rasul tidak ada, mereka digantikan warasatul anbiya atau ahli warisnya, yakni para ulama. Para ulama tidak hanya menjadi ahli waris ilmunya, tetapi juga akhlaknya.
“Jadi, wafatnya ulama membawa serta ilmu yang dimilikinya. Belum tentu ulama yang sangat hebat seperti Kiai Haji Maimoen Zubair digantikan oleh orang-orang yang setara dengannya di kemudian hari. Belum tentu. Tetapi mungkin juga muncul ulama-ulama yang barangkali di sisi-sisi yang lain memiliki kehebatan ilmu misalnya, amal dan karena itu kita tidak boleh pesimis,” jelasanya.
Ia menjelaskan, ungkapan mautul ‘alim mautul alam itu mengibaratkan bahwa ilmu adalah cahaya di alam semesta ini yang menerangi orang dari kegelapan kepada alam yang terang-benderang. Ketika tidak ada ilmu dengan kematiannya orang alim, terjadilah kegelapan.
“Itu yang dimaksud mautul 'alim, mautul alam,” katanya lagi.
Oleh karena itu, lanjut kiai asal Lampung ini, semua pihak harus memberikan kepada lembaga pendidikan, terutama pesantren agar tetap muncul orang-orang alim. Bahkan kualitasnya harus ditingkatkan.
“Saya kira banyak ahli-ahli pendidikan pesantren, para kiai yang membikin metode-metode yang cukup bagus. Semua pendidik pesantren yang menekuni metode-metode pengajaran saya kira mereka berkreasi bagaimana ilmu bisa disampaikan lebih sistematis dan lebih dipahami oleh para santri,” pungkasnya. (Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
Bolehkah Janda Menikah Tanpa Wali? Ini Penjelasan Ulama Fiqih
2
544 Orang Tewas dalam Gelombang Protes Iran, Amerika Pertimbangkan Opsi Militer
3
Guru Dituntut Profesional tapi Kesejahteraan Dinilai Belum Berkeadilan
4
Dakwaan Hukum Terhadap Dua Aktivis Pati Botok dan Teguh Dinilai Berlebihan dan Overkriminalisasi
5
Nikah Siri Tak Diakui Negara, Advokat: Perempuan dan Anak Paling Dirugikan
6
KontraS Soroti Brutalitas Aparat dan Pembungkaman Sipil Usai Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB
Terkini
Lihat Semua