Masuk Sidang Pleno Muktamar Ke-35 NU, Peserta dan Panitia Wajib Scan Barcode
NU Online · Jumat, 28 Agustus 2026 | 09:45 WIB
Registrasi peserta sidang pleno di Gedung Serbaguna Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jumat (28/8/2026). (Foto: NU Online/Saiful Amar)
Umi Kholifah
Kontributor
Jombang, NU Online
Peserta muktamar (muktamirin) memadati lokasi Sidang Pleno I Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Gedung Serbaguna, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Jumat (28/8/2026). Sidang tersebut akan membahas pengesahan jadwal dan tata tertib Muktamar.
Para delegasi dari berbagai daerah di Indonesia hingga luar negeri mulai berdatangan sejak pagi. Mereka membentuk antrean untuk menjalani proses verifikasi identitas sebelum memasuki lokasi sidang.
Di sepanjang jalan menuju pintu masuk, tim keamanan yang terdiri atas Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Pagar Nusa, dan Sigap BU berjaga di sisi kanan dan kiri jalur. Mereka mengatur arus kedatangan peserta agar proses masuk berlangsung tertib.
Setelah melewati barikade keamanan, peserta diarahkan menuju pintu masuk melalui dua jalur yang telah disiapkan panitia. Pembagian jalur tersebut dilakukan untuk memperlancar arus kedatangan sekaligus mengurai antrean.
Meski demikian, prosedur verifikasi identitas yang diterapkan cukup ketat. Setiap orang yang hendak memasuki lokasi, termasuk panitia internal, diwajibkan melakukan verifikasi dengan memindai barcode yang tertera pada kartu identitas masing-masing.
Anik Zahra, salah seorang panitia bagian penerima tamu, mengatakan dirinya bersama tim telah diwajibkan bersiaga di lokasi sebelum peserta mulai memasuki gedung.
Ia mengaku sempat mengalami kendala ketika kartu identitas panitianya tertinggal di luar lokasi. Padahal, saat itu ia telah mengenakan rompi panitia.
"Untuk masuk lokasi sidang pleno ini, protokolnya sangat ketat, tidak hanya untuk peserta saja, namun juga untuk panitia," ujarnya.
Prosedur serupa juga dirasakan para delegasi yang datang untuk mengikuti rangkaian Muktamar sejak pagi.
Salah satunya Bunga, Wakil Rais Syuriyah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Maroko. Ia telah berada di sekitar gedung sebelum proses verifikasi identitas dimulai.
Bunga memilih menunggu kedatangan rekan-rekannya dari PCINU Maroko yang masih dalam perjalanan menuju lokasi.
"Saya dari tadi di sini, tapi belum masuk karena masih menunggu rekan PCINU lain yang sedang dalam perjalanan. Ini juga sedang antre sekali," pungkasnya.
Kontributor: Umi Kholifah
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Kemarau Panjang, Saatnya Muhasabah dan Ikhtiar
2
Khutbah Jumat: Sibuk Bekerja, Jangan Sampai Kehilangan Waktu dengan Keluarga
3
Khutbah Jumat: Hidup Serba Cepat, Ibadah Jangan Ikut Tergesa-gesa
4
Kemenag Buka Program Persiapan Studi ke Luar Negeri, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
5
Khutbah Jumat: Jangan Biarkan Rakyat Berjuang Sendiri Saat Bencana
6
Prabowo Bicara soal Reshuffle Kabinet, Sebut Evaluasi Dilakukan Terus-Menerus
Terkini
Lihat Semua