Menkeu Minta NU Sukseskan Program Tax Amnesty
NU Online · Ahad, 20 November 2016 | 07:04 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menilai bahwa Nahdlatul Ulama (NU) sampai saat ini masih menjadi organisasi yang berperan dalam menjaga iklim usaha dan investasi yang kondusif. Yakni dengan menjaga kondisi masyarakat yang damai.
Demikian dikemukakan Menkeu saat hadir dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta, Sabtu (19/11).
"Saya mengucapkan terima kasih kepada NU yang masih menjadi perekat bangsa, sehingga seluruh komponen dapaf bersatu padu dalam pembangunan untuk menyejahterahkan bangsa ini," ujarnya.
Di hadapan peserta rakernas, Menkeu meminta kepada NU untuk membantu menyukseskan program tax amnesty yang berlangsung sampai akhir Maret 2017.
Menkeu pada kesempatan itu membeberkan bahwa belanja negara tahun ini sebesar Rp1.786,2 triliun dengan penerimaan dari pajak-cukai dan nonpajak 1.306 triliun.
Untuk penggunaan pajak pada transfer ke daerah dan dana desa untuk Sumatera PPh-PPn Rp25,75 triliun, dana transfer 207,3 triliun dan belanja APBD Rp322,51 triliun.
Sementara daerah Jawa PPh-PPn Rp737,63 triliun, dana transfer Rp198,3 triliun, belanja APBD Rp383,61 triliun. Kawasan Bali-Nusa Tenggara PPh-PPn Rp3,96 triliun, dana transfer Rp38,8 triliun, belanja APBD Rp53,74 triliun.
Kemudian Sulawesi PPh-PPn Rp9,13 triliun, dana transfer Rp78,3 triliun, belanja APBD Rp85,81 triliun. Untuk Papua-Maluku PPh-PPn Rp4,77 triliun, dana transfer Rp144,7 triliun, belanja APBD Rp64,86 triliun.
"Indonesia masih terkena dampak dari kondisi ekonomi global," tegasnya.
Dampak tersebut menyebabkan terjadinya perlambatan ekonomi Indonesia. Sehingga volume neraca perdagangan menurun, demikian halnya penerimaan pajak, laju pertumbuhan sektor industri-manufaktur.
"Kondisi mengakibatkan defisit anggaran membengkak," pungkasnya. (Red: Mahbib)
Baca: Ini Rekomendasi NU Perihal RUU Tax Amnesty/Pemutihan Pajak terhadap Pengemplang
Terpopuler
1
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
2
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
3
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
4
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
5
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
6
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
Terkini
Lihat Semua