Menteri Agama: Jangan Adu Domba Agama dengan Politik
NU Online · Selasa, 28 Mei 2013 | 02:02 WIB
Kupang, NU Online
Menteri Agama Suryadarma Ali meminta kepada seluruh masyarakat agar menjaga toleransi umat beragama yang sudah terjalin. Para pemeluk agama, suku maupun budaya di Indonesia sudah menjadi satu dalam persaudaraan.<>
“Jangan menggunakan alat politik untuk mengadu domba antar agama. Kita harus hormat menghormati kemuliaan agama masing-masing,” kata Suryadharma di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (27/5).
“Mari kita cegah, jangan sampai pihak yang menggosok antara agama satu dengan agama lain karena persoalan politik. Alur pemikiran ini (politik: red) perlu kita batasi. Semoga kehidupan kerukunan di NTT terus terjaga,” katanya.
“Semua agama memiliki prinsip, kebebasan masing-masing dalam melakukan aktivitas sesuai ajarannya,” tambahnya.
Para tokoh agama perlu memahami bahwa kebebasan beragama adalah kebebasan absolut. Prinsip-prinsip yang diterapkan oleh masing-masing agama perlu dihargai, dihormati dan dipatuhi.
“Hal ini perlu kita pahami bersama demi menjaga keragaman umat beragama. Suasana kekeluargaan kita harus merajuk kebersamaan untuk membangun daerah ini,”kata Menag.
Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya dalam sambutan mengatakan, wujud nyata perhatian serta dukungan dari Menteri Agama terus berdatangan. Setiah tahun menteri agama datang ke NTT sebagai bentuk perhatian, agar semua tokoh agama menjaga kerukunan.
Dikatakannya, NTT memiliki berbagai pulau dan keanekaragaman umat beragama. “Kita tetap jaga kerukunan umat beragama di NTT,” Kata Gubernur NTT.
Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turan dalam kesempatan itu mengajak warga mendorong pemerintah agar bisa memberikan perhatian nyata kepada seluruh agama.
Redaktur : A. Khoirul Anam
Kontributor : Ajhar Jowe
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
2
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
3
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
4
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa: Idul Fitri Dinten Ganjaran lan Kabingahan
6
Penjelasan Kiai Afifuddin Muhajir Soal Hadis Rukyatul Hilal dari Perspektif Ilmu Nahwu
Terkini
Lihat Semua