Meski Jarang, LKNU Sebut Omicron Bisa Timbulkan Gejala Berat
NU Online · Senin, 17 Januari 2022 | 20:30 WIB
Nuriel Shiami Indiraphasa
Kontributor
Jakarta, NU Online
Wakil Ketua Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) dr Ahmad Fariz Malvi Zamzam Zein periode 2015-2021 menerangkan, walaupun kerap disebut menimbulkan efek ringan, bukan berarti varian Omicron luput dari kewaspadaan. Ia mengatakan, varian Omicron masih memiliki potensi timbulkan gejala berat.
“Beberapa laporan menyebutkan Omicron dengan gejala berat terutama terdampak pada yang belum vaksin,” ujarrnya kepada NU Online, Senin (17/1/2022).
Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Waled Cirebon itu mengingatkan, laju peningkatan kasus Omicron saat ini perlu menjadi kewaspadaan bersama. Pasalnya, ia menyebut bahwa daya penularan Omicron jauh lebih tinggi daripada varian Delta.
“Seperti data-data di negara lain, sekitar 30 persen menjalani perawatan di rumah sakit. Walaupun dikatakan sebagian besar bergejala ringan, bukan berarti ini tidak menjadi perhatian,” terangnya.
Untuk itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Cirebon ini mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tertib menerapkan protokol kesehatan mulai dari memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan membatasi perjalanan baik dalam maupun luar negeri.
“Menimbang potensi angka paparan yang sangat tinggi dan tentunya dampak pada angka kesakitan, angka rawat isolasi, dan potensi angka kematian, pemerintah dan masyarakat perlu bersama-sama meningkatkan kewaspadaan,” urainya.
Ia menambahkan, vaksinasi Covid-19 meliputi vaksin booster, terbukti efektif dalam pencegahan kasus Omicron. Ia menilai percepatan vaksin booster gratis bagi seluruh masyarakat Indonesia merupakan langkah cermat.
“Penanganan pelaku perjalanan di tiap tingkat (pusat hingga daerah) perlu lebih diperkuat mengingat sebagian besar kasus adalah kasus impor,” ungkap Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon tersebut.
Data vaksinasi Covid-19 per 16 Januari 2022 di tanah air terus mengalami peningkatan. Tercatat sebanyak 176.365.995 populasi penduduk Indonesia atau sebesar 84,68 persen dari target sasaran 208.265.720 juta jiwa telah menerima vaksinasi dosis 1. Sebanyak 119.774.306 atau sebesar 57,52 persen telah menerima vaksinasi dosis 2 dan sebesar 1.340.163 orang telah menerima vaksinasi dosis 3.
Kontributor: Nuriel Shiami Indiraphasa
Editor: Muhammad Faizin
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
3
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
4
KA Jarak Jauh Tabrak KRL di Bekasi Timur, Gerbong Perempuan Ringsek
5
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
6
3 Orang Tewas dalam Tabrakan Kereta di Bekasi, KAI Minta Maaf Fokus Evakuasi
Terkini
Lihat Semua