Mobil 'Dahar' Kembali Penuhi Kebutuhan Pangan Pengungsi Gempa Sulbar
NU Online · Sabtu, 23 Januari 2021 | 12:00 WIB
Mamuju, NU Online
Hadirnya Mobil Dahar (Dapur Halal Berjalan) NU Care-LAZISNU semakin dirasakan manfaatnya oleh warga terdampak gempa Sulawesi Barat (Sulbar). Pada Jumat (22/1), Mobil Dahar membagikan makanan gratis kepada pengungsi di depan kantor KPUD Sulbar, Jl Sidalih, Simboro, Kabupaten Mamuju.
Ketika makanan mulai dibagikan, para pejalan kaki dan pengendara motor memarkir kendaraan mereka dan turut mengantre makanan yang disediakan oleh Tim NU Peduli.
"Kebetulan kami lewat sini, dan melihat ada makanan gratis. Langsung saja saya memarkir motor dan ikut mengantre," kata salah satu pengendara motor.
Tidak lama kemudian, makanan yang disediakan pun habis diserbu warga. Bahkan ada beberapa warga yang tidak mendapatkan makanan gratis yang disediakan di Mobil Dahar.
Untuk menyediakan makanan yang dibagikan, sebelumnya Tim NU Peduli memulai dengan memasak bahan makanan di dalam Mobil Dahar.
"Kami menyedikan makanan gratis kepada pengungsi. Namun, karena lokasinya ada di pinggir jalan, para pejalan kaki maupun pengendara motor juga ikut mengantre. Alhasil sebanyak 200 lebih nasi bungkus langsung habis," ujar Ansyari dari Tim NU Peduli.
Melihat warga yang begitu antusias dalam mengantre makanan di bawah teriknya matahari, Ansyari mengaku menyesal karena membawa bahan makanan yang sedikit.
"Kami meminta maaf kepada semuanya, karena bahan makanan yang kami bawa tidak banyak. Kami juga berjanji akan kembali turun ke lapangan dengan Mobil Dahar ini, dengan membawa bahan makanan yang lebih banyak, supaya tidak ada lagi warga yang mengantre namun tidak mendapatkan makanan," imbuhnya.
Bersamaan dengan pembagian makanan, Tim NU Peduli dari klaster kesehatan melangsungkan sosialisasi pencegahan wabah Covid-19, pelayanan kesehatan, dan pembagian maskerkepada para pengungsi, khususnya anak-anak dan lansia.
"Kami mengucapkan banyak-banyak terimakasih kepada NU Peduli, yang berkenan mampir dan melakukan sosialisasi, layanan kesehatan, dan pembagian masker, serta membagikan makanan," ucap Muhammad Saleh selaku koordinator posko pengungsian di wilayah tersebut.
Saleh mengatakan terdapat 32 KK di posko tersebut. Para pengungsi, kata Saleh, mengaku rumahnya rata dengan tanah dan ada pula yang dindingnya retak-retak. "Mereka masih enggan kembali ke rumah, karena konsisi saat ini masih berpotensi terjadi gempa susulan," ujar Saleh.
Seorang pengungsi, Siti Hasmi (70), mengisahkan peristiwa gempa bumi yang dialaminya. Pada waktu gempa terjadi, ia tengah duduk di dekat dapur, kemudian, merangkak ketika mulai terjadi gempa. "Dibantu sama keponakan untuk keluar rumah. Ketika sudah di luar, nggak lama (rumah) langsung roboh," kisah Siti Hasmi.
Beruntung ia dapat menyelamatkan diri dari reruntuhan akibat gempa tersebut.
Pewarta: Ahmad Sofyan
Editor: Kendi Setiawan
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
3
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
4
KA Jarak Jauh Tabrak KRL di Bekasi Timur, Gerbong Perempuan Ringsek
5
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
6
3 Orang Tewas dalam Tabrakan Kereta di Bekasi, KAI Minta Maaf Fokus Evakuasi
Terkini
Lihat Semua