Muktamar Ke-35 NU Diharapkan Perkuat Gerakan Pencegahan Kekerasan Seksual di Pesantren
NU Online · Jumat, 28 Agustus 2026 | 16:50 WIB
Jombang, NU Online
Nawaning Nusantara mendorong gerakan pencegahan dan penanganan kekerasan seksual menjadi kesadaran bersama dan menjadi pembahasan dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Koordinator Pusat Nawaning Nusantara, Ning Dhomirotul Firdaus mengatakan bahwa gerakan pencegahan dan penanganan kekerasan seksual perlu dipandang sebagai bagian dari kemaslahatan pesantren yang harus terus dikembangkan.
"Kami berharap, siapapun pemimpin PBNU berikutnya, mampu memandang program ini sebagai program kemaslhatan pesantren yang harus diberikan ruang prioritas lebih dalam penyusunan program berikutnya,” ujarnya kepada NU Online, Jumat (28/8/2026).
Menurut Ning Firda, sapaannya, menciptakan pesantren yang aman bukan menjadi tanggung jawab satu lembaga atau kelompok. Upaya tersebut membutuhkan kolaborasi antara pengasuh, pengelola, santri, wali santri, organisasi, dan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap dunia pesantren.
“Pesantren yang aman bukan hanya menjadi tanggung jawab satu lembaga atau satu kelompok, tetapi membutuhkan kerja sama antara pengasuh, pengelola, santri, wali santri, organisasi, dan seluruh pihak yang memiliki perhatian terhadap dunia pesantren,” ucap perempuan asal Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri tersebut.
Ning Firda menjelaskan, gerakan tersebut selaras dengan program jangka panjang Nawaning Nusantara yang lahir setelah Halaqah II dengan fokus kekerasan seksual dan kesehatan mental di pesantren. Dari proses tersebut, Nawaning Nusantara kemudian mengembangkan program Tarbiyah Jinsiyah.
Ia menilai pencegahan kekerasan seksual tidak cukup dilakukan setelah kasus terjadi. Edukasi perlu diberikan sejak awal agar santri memahami cara menjaga diri, menghargai orang lain, mengenali batasan, serta membangun kebiasaan yang menciptakan lingkungan saling melindungi.
“Kami menyebutnya sebagai Jariyah Tradisi, yaitu penguatan immune bersama antarsesama santri dengan melakukan praktik-praktik interaksi dan kebiasaan baik selama di pesantren,” jelasnya.
Menurutnya, pendidikan seksual bukanlah pembahasan yang harus dihindari di pesantren. Materi tersebut justru perlu disampaikan dengan pendekatan yang tepat, bahasa yang sesuai, serta tetap berlandaskan nilai-nilai agama dan pendidikan pesantren.
“Pembicaraan mengenai pendidikan seksual bukanlah sesuatu yang harus dihindari, tetapi perlu disampaikan dengan ilmu dan pendekatan yang tepat, bahasa yang sesuai, serta tetap berlandaskan pada nilai-nilai agama dan pendidikan,” katanya.
Tarbiyah Jinsiyah menjadi salah satu program unggulan Nawaning Nusantara dalam membangun kesadaran dan kemampuan santri untuk mencegah kekerasan seksual. Hingga kini, program tersebut telah dilaksanakan di lebih dari 200 pesantren di berbagai wilayah Indonesia.
Ning Firda berharap seluruh pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh melalui berbagai pelatihan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Menurutnya, materi pencegahan dan penanganan kekerasan seksual perlu diintegrasikan ke dalam sistem pendidikan pesantren, mulai dari kurikulum, tata tertib, mekanisme perlindungan, hingga standar operasional prosedur (SOP).
Dengan demikian, pencegahan kekerasan seksual tidak hanya menjadi respons ketika sebuah kasus terjadi, tetapi berkembang menjadi budaya bersama di lingkungan pesantren.
“Pesantren harus menjadi ruang yang aman untuk belajar, bertumbuh, bukan ruang yang membuat santri hidup dalam ketakutan,” harapnya.
Kontributor: Septy Aisah
Terpopuler
1
Para Kiai Sepuh Sarankan Presiden Prabowo Tindak Tegas Pejabat yang Ikut Campur Muktamar Ke-35 NU
2
Muktamar Ke-35 NU Dibuka Kamis 27 Agustus Pukul 15.00 WIB oleh Presiden Prabowo
3
Khutbah Jumat: Bulan Maulid, Kembali Membaca Sirah Nabawiyah untuk Diteladani
4
Anjuran Merayakan Maulid Nabi Muhammad dan Dalil-Dalilnya
5
Khutbah Jumat: Mengambil Teladan dari Model Kepemimpinan Nabi
6
Khutbah Jumat: Ketika Manusia Merusak Alam, Saatnya Meneladani Rasulullah Saw
Terkini
Lihat Semua