Muzaenah Zein: Fatayat NU Galakkan Kesehatan Masyarakat
NU Online Ā· Kamis, 24 Mei 2012 | 04:24 WIB
Jakarta, NU Online
Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) menggerakkan simpul-simpul kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan. Kesehatan adalah faktor elementer yang tidak bisa dikesampingkan bagi makhluk hidup. Tanpanya, aktifitas setiap yang bernyawa dapat terhambat.<>
Sadar akan urgensi kesehatan, Fayatat NU sebagai motor pemudi NU mencoba menyosialisasikan kesehatan, dengan mengambil sejumlah bentuk konkrit berupa bakti sosial. Amal bakti itu, terangkai dalam Seminar Nasional MDGās, Sunatan Massal, Pengobatan Gratis IVA (satu metode pemeriksaan dan pengobatan kanker leher rahim), operasi gratis katarak, dan Bedah Rumah.
āHarlah tahun ini, kita fokus di isu kesehatan. Tema yang kita usung adalah āBersama Fatayat NU Mewujudkan Perempuan Indonesia yang Sehat dan Berkualitasā. Karena memang masih banyak persoalan kesehatan yang belum teratasi,ā ujar Muzaenah Zein, Ketua I PP Fatayat NU kepada NU Online di Kantor PP Fatayat NU Jl. Kramat Lontar No. i-60 RT. 007 RW. 07 Jakarta Pusat, Rabu (23/5) malam.
Kalau perempuan Indonesia sehat, keluarga Indonesia bisa sehat juga. Perempuan sehat, dapat menjalankan perannya dengan baik. Perempuan Indonesia boleh berkiprah sebagai aktivis, ibu rumah tangga, maupun pendidik anak. Apapun aktifitas kesehariannya, perempuan Indonesia harus menjaga kesehatan, imbuhnya.
Rabu malam, kantor PP Fatayat NU tetap ramai oleh sejumlah pengurus Fatayat NU. Mereka masih melangsungkan rapat persiapan puncak harlah ke-62 Fatayat NU yang rencananya dilangsungkan pada jam 09.00-12.00 pagi, Ahad 27 Mei 2012, di di kawasan Jl. Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan.
Karena itu, kegiatan rangkaian harlah yang diambil hampir selalu berkaitan dengan kesehatan. Kegiatan terkait isu kesehatan yang sudah Fatayat NU selenggarakan seperti tes IVA (Inspeksi Visual dengan asam Asetat) dan pemeriksaan dan operasi katarak, tegasnya.Ā
Untuk operasi katarak, meski tidak terjadi di usia kita (katarak menyerang manusia usia 46 tahun ke atas āpenulis), aktifitas membaca masih hal penting. Kalau ia berfungsi sebagai ibu rumah tangga, atau sebagai nenek, perannya tetap berfungsi sebagai pendidik keluarga. Sekalipun kader Fatayat NU di luar usia itu, tetapi kita tetap peduli, tutup Ketua I PP Fatayat NU.
Redaktur: A. Khoirul Anam
Penulis Ā : Alhafiz Kurniawan
Terpopuler
1
Syuriyah PBNU Harapkan Muktamar Ke-35 Digelar di Pesantren dengan Dua Kriteria
2
Khutbah Idul Adha 2026: Menguatkan Solidaritas Melalui Semangat Berbagi
3
Khutbah Jumat: Menumbuhkan Empati dan Solidaritas Sosial Melalui KurbanĀ
4
Rapat Pleno PBNU: Munas dan Konbes Digelar 20-21 Juni 2026, Lokasi Diputuskan Menyusul
5
Khutbah Idul Adha 2026: Gotong Royong dalam Pengelolaan Kurban
6
Khutbah Jumat: Meraih Pertolongan Allah dengan Membantu Sesama
Terkini
Lihat Semua