Makassar, NU Online
Sebagai salah satu bentuk keseriusan NU dalam mengawal permasalahan yang terjadi di masyarakat, khususnya warga Makassar, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Makassar meresmikan Lembaga Bahtsul Masail NU (LBMNU).<>
Peluncuran ini dilaksanakan diSekretariat Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kota Makassar, akhir pekan lalu. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Rais Syuriah NU Makassar AG KH Baharuddin HS, Ketua PCNU Makassar H Abdul Kadir Ahmad, berikut seluruh jajaran Pengurus Cabang, Pengurus Wakil Cabang, Pengurus Badan Otonom dan Lembaga, serta puluhan kader Nahdliyyin Kota Makassar.
Menurut Abdul Kadir, kini banyak permasalahan baru yang bermunculan, seperti inventasi berlabel syar’i yang ternyata tak sedikit memakan korban. Inventasi Syar’i yang dimaksud adalah inventasi bodong yang banyak merugikan para investor.
"Maraknya perusahaan jasa yang menawarkan investasi syar’i masih belum sejalan dengan nilai-nilai syari’at. Kebanyakan label syar’i yang melekat pada perusahaan hanya sebuah nama," tutur Abdul kadir.
Pernyataan tersebut diperkuat dengan fatwa yang dikeluarkan oleh Rais Syuriah NU Kota Makassar AG KH Baharuddin HS bahwa inventasi bodong adalah inventasi bohong yang tingkat kerugiannya cukup besar sehingga berstatus haram.
Setelah peluncuran LBMNU kegiatan diisi dengan diskusi mengangkat tema “Inventasi Bodong versus Inventasi Syar’i” oleh para pakar ekonomi syari’ah. Rencananya, kegiatan bahtsul masail ini akan dilaksanakan setiap pekannya untuk mencari solusi permasalahan yang berkembang.
Redaktur : Syaifullah Amin
Kontributor : Ibnu Abdillah Asrijal
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
4
Bolehkah Janda Menikah Tanpa Wali? Ini Penjelasan Ulama Fiqih
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
Terkini
Lihat Semua