NU Online dan BPKH Perkuat Kurikulum Ekonomi Syariah di Ma'had Aly Kebon Jambu
NU Online · Senin, 8 Juni 2026 | 15:00 WIB
Muhammad Syakir NF
Penulis
Cirebon, NU Online
NU Online Institute bekerja sama dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menggelar Halaqah Penguatan Kurikulum Ma'had Aly bertema Menyiapkan SDM Perempuan Pesantren untuk Ekonomi Syariah dan Perhajian.
Direktur NU Online Institute Ahmad Mundzir menyampaikan bahwa Ma'had Aly merupakan wadah penting bagi lahirnya para pemikir dari kalangan pesantren. Menurutnya, para mahasantri telah memiliki kompetensi yang kuat dalam penguasaan turats (khazanah keilmuan Islam klasik).
“Kita perlu menyiapkan ruang bagi lahirnya para pemikir. Mahasantri Ma'had Aly memiliki kemampuan yang mumpuni dalam bidang turats. Secara legal formal juga sudah kuat karena kesarjanaannya diakui negara,” katanya saat membuka halaqah di Ma'had Aly Kebon Jambu, Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat, Ahad (7/6/2026).
Ia menegaskan bahwa mahasantri Ma'had Aly perlu diperkuat dalam aspek kompetensi ekonomi syariah yang cakupannya semakin luas. Dengan demikian, keilmuan yang dimiliki dapat diaplikasikan secara lebih nyata di tengah masyarakat.
“Perlu pengembangan kompetensi dalam bidang ekonomi syariah dan perhajian. Ma'had Aly perlu dibekali pemahaman ekonomi syariah yang terintegrasi dengan pengetahuan turats,” ujarnya.
Sementara itu, Kiai Robith Hasyimi Yasin yang mewakili Mudir Ma'had Aly Kebon Jambu menyampaikan apresiasi kepada NU Online Institute atas penyelenggaraan program tersebut.
Menurutnya, penguatan kurikulum ini menjadi langkah penting untuk menegaskan relevansi pesantren dalam menjawab berbagai tantangan zaman.
“Langkah ini sangat strategis untuk mendorong pesantren agar semakin relevan dengan perkembangan zaman,” ujarnya.
Ia berharap hasil halaqah dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan kurikulum Ma'had Aly, khususnya dalam bidang ekonomi syariah dan perhajian.
“Mudah-mudahan diskusi ini berdampak pada pengembangan kurikulum Ma'had Aly dan menjadi masukan bagi kebijakan di bidang ekonomi syariah maupun perhajian,” katanya.
Kegiatan ini diikuti sejumlah pengelola Ma'had Aly dan pengasuh pesantren dari berbagai wilayah di Jawa Barat.
Terpopuler
1
Diskusi Kabla Muktamar Ke-35 di Unusia: Pengendali NU Kian Anonim, Perlu Menjaga Jarak dari Intervensi Negara
2
11 Kecamatan Banyumas Rawan Kekeringan, Ansor Minta Penanganan Tak Hanya Distribusi Air Bersih
3
Akui Dapat Banyak Kritik, Presiden Prabowo Heran MBG Disebut Pemborosan
4
Fachry Ali: Gus Dur Membuka Jalan Saya Melihat NU sebagai Objek Kajian Akademik
5
Halaqah Pra-Muktamar di Ciganjur Hasilkan Delapan Rekomendasi untuk Muktamar Ke-35 NU
6
Halaqah Pra-Muktamar di Ciganjur Himpun Rekomendasi untuk Muktamar Ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua