Jakarta, NU Online
Dengan kemajuan teknologi informasi, Indonesia semakin terbuka dari berbagai pengaruh dunia, dan tak ada langkah mundur untuk bisa menghalanginya. Meskipun demikian, keterbukaan yang tanpa kendali bisa menjerumuskan. Karena itu, perlu dipersiapkan langkah antisipasinya.
<>
Nahdlatul Ulama, dalam hal ini telah mempersiapkan berbagai perangkat nilai untuk menghadapi perubahan tersebut.yaitu mempertahankan nilai lama yang baik dan menerima inovasi baru yang lebih baik. Mengembangkan ukhuwah nahdliyyah, Islamiyah, dan ukhuwah wathoniyah serta ukhuwah Insaniyah. NU juga mengembangkan nilai tawasuth dan tawazun atau moderan dan toleran ketika dalam menghadapi ajaran ekstremisme, baik kiri atau kanan. Selanjutnya, NU juga mampu menggabungkan antara nilai Islamisme dan nasionalisme.
“Dengan prinsip dan tujuan tersebut, NU mampu menghadapi globalisasi,” kata KH Said Aqil Siroj dalam peringatan hari lahir Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang ke-14 di Jakarta.
Ketidaksiapan dalam penghadapi perubahan, bisa terlihat saat ini dengan terjadinya berbagai gejolak di negara-negara timur tengah yang memakan banyak korban.
Meskipun demikian, ia mengingatkan, muslim di Indonesia juga belum mampu menjalankan ajaran Islam secara utuh. Masih banyak umat Islam yang suka beranten, saling mencaci, memfitnah dan tindakan keji lainnya. Menjadi orang yang benar-benar sholeh juga belum, tapi menjadi orang kurang ajar juga tidak.
“Jika kita mampu menjalankan ajaran Islam secara benar, akan sangat luar biasa,” tandasnya.
Dalam hal ini diperlukan adanya ulama yang memiliki ilmu sekaligus integritas moral yang tinggi agar bisa menjadi panutan masyarakat. Negara, dalam hal ini sudah tidak memiliki wibawa karena segala sesuatu sudah ditentukan oleh pasar.
Ia menegaskan, umat Islam harus mampu mengejar kemajuan teknologi. Al Qur’an sudah menjelaskan tentang kemajuan teknologi, salah satunya dalam sebuah ayat ketika nabi Ibrahim menanyakan proses bagaimana orang mati bisa dihidupkan. Kemampuan umat Islam dalam penguasaan teknologi ini akan menentukan perannya dalam persaingan global.
Penulis: Mukafi Niam
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
4
Presiden Prabowo dan 1.500 Undangan Hadiri Penutupan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan
5
Rais Aam PBNU Apresiasi Hasil Pembahasan Munas-Konbes NU 2026
6
Berikut 5 Rekomendasi Munas-Konbes NU 2026 Terkait Pendidikan
Terkini
Lihat Semua