NU Tak Ingin Ekonomi Indonesia Dijajah Asing
NU Online · Selasa, 11 September 2012 | 14:33 WIB
Jakarta, NU Online
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal dinilai lebih banyak memihak pada kepentingan investor asing. Atas dasar “perlakuan yang sama” penyelenggaraan penanaman modal di Indonesia akhirnya berwatak kolonial.<>
Menurut Sekretaris Komisi Bahtsul Masail ad-Diniyah al-Qanuniyah Sarmidi Husna, hal itu menjadi alasan mengapa UU tentang Penanaman Modal akan dikritisi pada Munas dan Konbes NU 2012 di Pondok Pesantren Kempek Cirebon, 14-17 September nanti.
“Secara empirik semua kenyataan ini menggambarkan penjajahan asing dengan mengatasnamakan investasi. Bila kondisi demikian dibiarkan, Indonesia akan semakin berada dalam cengkeraman penjajahan ekonomi neoliberal,” katanya di Jakarta, Rabu (11/9).
Dia mencontohkan Pasal 3 ayat 1 yang berbunyi, “Perlakukan yang sama dan tidak membedakan asal negara”. Baginya, sikap ini dianggap bertentangan dengan semangat Pancasila dan UUD 1945. Seharusnya, klausul bisa lebih memprioritaskan kepentingan nasional.
Klausul lain yang juga akan dikritisi antara lain ada di Pasal 7 (1), Pasal 8 (3), Pasal 12 (2), dan Pasal 22 (a). Dampak kerugian bagi pembangunan nasional dinilai cukup besar. Sebab, modal asing dengan leluasa dapat menguasai sumber-sumber strategis dalam negeri.
“Padahal, UUD 1945 Pasal 33 semestinya bidang usaha pertanian, listrik, tambang, transportasi dan infrastrukturnya, telekomunikasi, industri dasar, dan industri strategis tertutup bagi modal asing,” tandasnya.
Redaktur: A. Khoirul Anam
Penulis : Mahbib Khoiron
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Jihad Generasi Muda dalam Mengisi Kemerdekaan Indonesia
2
Khutbah Jumat: Jangan Nodai Kemerdekaan dengan Kemaksiatan
3
RAPBN 2027 untuk Program MBG Capai Rp240 Triliun, Setara 29 Persen dari Anggaran Pendidikan
4
RAPBN 2027 Tembus Rp4.097,2 Triliun, DPR: Harus Berdampak dan Menjawab Harapan Rakyat
5
Gus Ipul Targetkan DPT Muktamar Ke-35 NU Rampung 17 Agustus 2026, Sebut Progres SK 95 Persen
6
Enam Ruko di Lokasi Pembukaan Muktamar Ke-35 NU Dibongkar, Pedagang Dapat Kompensasi
Terkini
Lihat Semua