Partai Politik Ditunggu Bicara Kedaulatan Ekonomi Nasional
NU Online · Jumat, 11 April 2014 | 11:04 WIB
Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mempertanyakan sikap partai politik di Indonesia perihal kedaulatan ekonomi nasional terhadap pasar bebas. Ormas keagamaan dan masyarakat ini menilai partai politik belum mengeluarkan suara yang jelas terkait kebijakan ekonomi nasional.
<>
“Mereka belum pernah berbicara serius soal itu,” kata Wakil Sekjen PBNU H Enceng Shobirin Najd dalam diskusi terbatas bertajuk ‘Kebijakan Perekonomian Nasional’ di kantor PBNU lantai lima jalan Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat, Kamis (10/4) siang.
Enceng menyayangkan dinginnya sikap mereka demikian. “Padahal mereka pembuat kebijakan di negeri ini,” jelas Enceng, menceritakan koleganya yang menjadi anggota dewan tanpa menyatakan sikap apapun.
Ia menilai para politikus tidak memiliki sensitifitas untuk merumuskan kebijakan ekonomi yang protek terhadap perusahaan asing. Ia mencontohkan perusahaan asing air mineral di mejanya.
“Perusahaan air minum ini sudah berapa kali menaikkan harga selama enam tahun terakhir. Sudah berapa besar kita menguntungkan perusahaan asing ini?” tanya Enceng.
“Kalau ditanya, perumus ekonomi partai itu menjawab bahwa kebijakan yang diambil itu sudah cukup protektif. Tetapi dalam kenyataannya, semangat kebijakan mereka sangat neoliberal,” tegas Enceng.
Kalau partai politik sudah tidak memiliki perhatian terhadap perekonomian nasional, negara kita akan dibanjiri oleh produk-produk asing. Sebelum menutup pandangannya, Enceng menyebut sebuah partai besar di masa lalu yang memiliki pandangan ekonomi antineoliberal.
Diskusi ini menghadirkan dua tamu, mantan menteri cabinet pembangunan V dan VI Siswono Yudo Husodo dan dosen ekonomi Universitas Brawijaya Malang, Ahmad Erani Yustika. (Alhafiz K)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Beribadah Bukan Transaksi, Meluruskan Hubungan antara Hamba dengan Tuhan
2
Khutbah Jumat: Spirit Sumpah Pemuda, Jangan Bungkam Suara Anak Muda yang Peduli Bangsa
3
Alvin Tedjo, Pria Keturunan Indonesia yang Terpilih sebagai Wali Kota Mississauga di Kanada
4
Khutbah Jumat: Pentingnya Menolong Tetangga di Tengah Kesulitan Ekonomi
5
Khutbah Jumat: 3 Alasan Pemerintah Wajib Mendengarkan Aspirasi Rakyat
6
Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar: Tugas Pengurus Merangkul Semua Elemen, Meningkatkan Kualitas Nahdliyin
Terkini
Lihat Semua