PBNU Gandeng Ormas Lintas Agama Perkuat Ketahanan Sosial Ekonomi Masyarakat di Akar Rumput
NU Online · Senin, 4 Mei 2026 | 21:00 WIB
Rapat penguatan ketahanan sosial ekonomi masyarakat organisasi lintas agama di Gedung PBNU lantai 5, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Senin (4/5/2026). (Foto: TVNU/Fikri)
Suci Amaliyah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama sejumlah organisasi lintas agama antara lain Persatuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) menggelar rapat di Gedung PBNU lantai 5, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Senin (4/5/2026).
Ketua PBNU Bidang Kesejahteraan Masyarakat Alissa Qatrunnada Wahid (Alissa Wahid) mengatakan rapat membahas ketahanan sosial ekonomi masyarakat, khususnya dari aspek lingkungan.
"Kita saat ini sedang mengembangkan pertahanan sosial ekonomi masyarakat, terutama dari sisi lingkungan," kata Alissa Wahid ditemui NU Online usai kegiatan.
Ia menjelaskan, salah satu fokus utama adalah mendorong kemandirian energi masyarakat agar tidak terlalu bergantung pada bahan bakar.
"Jadi, misalnya, soal energi supaya tidak terdampak oleh energi bahan bakar. Hal-hal seperti itu yang kita fokuskan," kata Alissa.
Alissa menegaskan bahwa program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput, khususnya warga Nahdlatul Ulama (NU), agar lebih produktif dan memiliki ketahanan jangka panjang.
"Kita ingin mempersiapkan warga NU di tingkat akar rumput supaya mereka punya daya tahan yang lebih baik, punya kapasitas ekonomi jadi lebih produktif secara ekonomi," kata Alissa.
Alissa menyebutkan, pihaknya ingin berkolaborasi dengan berbagai organisasi besar seperti Muhammadiyah, gereja Katolik, serta gereja Protestan, yang dinilai memiliki jaringan kuat di masyarakat.
"Jadi, dengan gereja Katolik, gereja Kristen protestan itu mereka yang paling besar. Kita juga ingin membangun kerja sama dengan Muhammadiyah, karena daya jangkau paling besar di Indonesia itu mereka," tegasnya.
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati Sudah Dinonaktifkan
3
Jadwal Puasa Sunnah Selama Mei 2026
4
Warga Geruduk Pesantren Ndholo Kusumo Pati, Tuntut Pengusutan Dugaan Pelecehan Seksual
5
KPAI Desak Proses Hukum Tegas Kekerasan Seksual terhadap 17 Santri di Ciawi Bogor
6
Hari Buruh 2026: Prabowo Wacanakan Penurunan Potongan Aplikator Ojol hingga di Bawah 10 Persen
Terkini
Lihat Semua