Tidak Hanya Ritual, Masjid Harus Jadi Pusat Pemberdayaan Ekonomi dan Sosial Umat
NU Online · Ahad, 19 April 2026 | 08:00 WIB
Cirebon, NU Online Jabar
Peran masjid saat ini dinilai masih didominasi oleh fungsi ritual keagamaan semata. Sementara itu, potensi besar di bidang sosial dan ekonomi jemaah belum dimanfaatkan secara maksimal, padahal masjid memiliki sumber daya yang memadai untuk menjadi pusat kegiatan umat yang lebih luas.
Pandangan tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kota Cirebon KH Sigit Nurhendi. Ia menyoroti perlunya perubahan paradigma atau cara pandang dalam tata kelola manajemen masjid di era modern.
"Masjid tidak hanya untuk ibadah ritual, tapi juga harus menjadi pusat kegiatan sosial ekonomi," ujar Kiai Sigit dalam keterangannya di Cirebon, Jumat (17/4/2026).
Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Ekonomi Al-Mumtaz Karangsembung ini, persoalan utama stagnasi ekonomi umat di lingkup rumah ibadah terletak pada pengelolaan yang belum profesional. Ia melihat banyak aset wakaf yang dibiarkan tidak produktif sehingga tidak memberikan dampak ekonomi nyata bagi jemaah sekitar.
"Kelemahan utama terletak pada manajemen yang kurang profesional. Dana masjid selama ini lebih banyak terserap untuk kebutuhan operasional fisik bangunan saja," jelasnya.
Lebih lanjut, Wakil Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Cirebon tersebut mendorong adanya optimalisasi dana Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) untuk kegiatan produktif. Dana tersebut dapat dialokasikan sebagai modal usaha, pengembangan UMKM, hingga penciptaan lapangan kerja baru bagi warga.
Selengkapnya klik di sini.
Terpopuler
1
PBNU Terima Kasih kepada Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
2
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Gubernur BI Siapkan Dua Langkah Penguatan
3
Imbas Rupiah Melemah, Menkeu Sebut Pedagang Tahu dan Tempe Mulai Tertekan
4
Kasus Suap Izin Tinggal WNA, Citra Indonesia Tercoreng di Mata Dunia
5
NU Abad Kedua: Masihkah Kita Berani Berpikir Melampaui Diri Sendiri?
6
Kiai Azaim Harap Kekerasan di Pesantren Masuk Materi Munas-Konbes hingga Muktamar ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua