Jakarta, NU Online
Puncak peringatan Haul Ke-7 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Jumat (23/12) menjadi ladang mencari rezeki bagi puluhan pedagang, tasbih, kaos, makanan cepat saji, minuman dan mainan anak, termasuk pedagang sayuran.
“Alhamdulillah laris,” ujar Indra Aldiansyah, di areal kediaman Gus Dur, Jalan Warung Silah Nomor 10, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Sembari tersenyum, warga Ciganjur itu mengaku baru pertama kali berdagang sayuran di Haul Gus Dur. “Biasanya berdagang di pasar. Di Haul Ini baru pertama kali berdagang, yang unik biasanya yang dicari,” kata dia menjelaskan alasan memilih tetap berdagang sayuran.
Di antara lalu-lalang jamaah, pedagang makanan, minuman hingga souvenir yang memasarkan dagangan di sebelah perusahaan taxi, Indra memasarkan dagangannya seperti caisim atau sawi hijau, kol, bawang merah, bawang putih, kentang, jagung, kacang panjang, sawi, wortel, tomat, daun bawang, jeruk nipis, pepaya, salak dan buah naga.
“Bawangnya Rp25 sekilo, cabai merah panjangnya Rp35 sekilo,” teriak Indra yang malam itu mengenakan celana jeans coklat dan kemeja hijau.
Ia mengaku, bawang yang dijualnya sudah habis satu karung, jumlahnya kira-kira lebih dari 50 kilogram. “Sebagian sayuran dari Pasar Induk, sebagian lagi dari Pasar Kemang, Bogor, Jawa Barat,” katanya.
Sejumlah pejabat negara hadir pada Haul Gus Dur, seperti Presiden Joko Widodo, Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Tito Karnavian, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Kepala BNP2TKI Nusron Wahid.
Terlihat pula sejumlah seniman seperti Joko Pinurbo, Asep Zamzam Noor, Sujiwo Tedjo dan Zastrouw Al-Ngatawi. Termasuk Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua PP GP Ansor H Yaqut Cholil Qoumas, Kepala Satuan Koordinasi Nasional Barisan Ansor Serbaguna H Alfa Isnaeni, sejumlah pengurus DPP K Sarbumusi NU dan para pemuka lintas agama.
Puncak Haul diisi tausyiah oleh Habib Umar Muthohar dan ditutup doa oleh Habib Ja'far Alkaff yang memimpin doa agar Indonesia aman dan ekonomi rakyat menjadi lancar. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-Yogyakarta dan Jawa Tengah Tolak Pembatasan Ahwa hingga Perubahan Kedudukan Rais Aam
2
Khutbah Jumat: Tahun Baru Hijriah, Momentum Upgrade Diri Menuju Muslim yang Lebih Baik
3
Khutbah Jumat: Spirit Muharram untuk Menghadapi Era Modern
4
Usulan LF PBNU Atasi Perbedaan Awal Bulan Hijriah di Tengah Kesepakatan Imkanur Rukyah
5
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
6
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
Terkini
Lihat Semua