Pendiri PMII Setuju Organisasi Mahasiswa Islam Ini Kembali ke NU
NU Online · Jumat, 7 November 2014 | 09:01 WIB
Jakarta, NU Online
Pada tahun 1972, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) memutuskan independen dari NU karena kondisi politik saat itu mengharuskan demikian. Di era Orde Baru, jika tidak memisahkan diri dari NU, PMII terancam dibubarkan oleh pemerintah saat itu.<>
“Sekarang, kondisi perpolitikan yang sudah normal. PMII harus kembali pada NU,” kata KH AN. Nuril Huda (76 tahun), salah satu pendiri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) kepada NU Online usai menjadi Khotib shalat Jum’at di Masjid An-Nahdlah PBNU, Jakarta, Jum’at (7/11).
Kiai Nuril menerangkan, penyelamatan dan penegakkan ideologi NU di dalam tubuh PMII menjadi sangat penting, sementara secara organisatoris NU tidak bisa mengontrol pergerakan kadernya yang tergabung dalam PMII.
“Untuk itu, sudah menjadi kewajiban PBNU untuk merangkul dan menjadi keharusan PMII untuk kembali. Itu kewajiban kita bersama berdasarkan Khittah 1926,” tegas mantan Ketua PP LDNU ini.
Kiai Nuril yang juga mantan anggota DPR RI ini juga menjamin, para kader PMII tidak akan terbatasi geraknya jika kembali ke NU.
“Bagi saya sebagai salah satu pendiri, ideologi Aswaja PMII adalah keyakinan agama. Persoalan indepedensi sudah selesai, bergeraklah sebebas mungkin, tapi tetap harus balik ke rumah,” pungkasnya dengan tegas. (Fathoni/Anam)
Terpopuler
1
Jadi Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Komitmen Tak Lupakan PWNU Jatim
2
Khutbah Jumat: Beberapa Amalan yang Pahalanya Terus Mengalir Setelah Kematian
3
Khutbah Istisqa: Saat Kekeringan Melanda Saatnya Muhasabah dan Berbenah Diri
4
Khutbah Jumat: Hati Merasa Jauh dari Allah, Apa yang Harus Dilakukan?
5
4 Gunung Berapi Indonesia Meletus Dini Hari hingga Pagi Ini
6
432 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan NU Peduli Cilacap untuk Warga Terdampak Kekeringan
Terkini
Lihat Semua