Nasional

Penerima Beasiswa Indonesia Bangkit Bagikan Tips Lolos Seleksi: Cermat Setiap Persyaratan Jadi Kunci

NU Online  ·  Jumat, 3 April 2026 | 07:00 WIB

Penerima Beasiswa Indonesia Bangkit Bagikan Tips Lolos Seleksi: Cermat Setiap Persyaratan Jadi Kunci

Gambar sebagai ilustrasi berita. (Foto: freepik)

Jakarta, NU Online

Pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) bagi program sarjana hingga doktoral mulai dibuka 1 April sampai 31 Mei 2026. Salah satu awardee (penerima) Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kemenag program doktoral tahun 2022, Waliyadin, membagikan pengalaman lolos seleksi.


Ia menilai bahwa hal mendasar yang kerap kurang mendapat atensi para pendaftar adalah kelengkapan administrasi. Fokus pendaftar cenderung teralihkan kepada syarat lain berikutnya.


"Paling pokok tapi kadang terabaikan itu administrasinya. Jadi harus betul-betul diperhatikan, baik kecakapan bahasa seperti TOEFL atau IELTS hingga proposal penelitian," katanya saat dihubungi NU Online, Kamis (2/4/2026).


Waliyadin juga membagikan kiat menghadapi wawancara dan penyusunan proposal penelitian. Menurutnya, wawancara menjadi salah satu tahap krusial karena berbasis langsung pada proposal riset yang diajukan pendaftar. Oleh karena itu, calon awardee harus memahami secara mendalam isi proposalnya.


“Wawancara itu kan basisnya dari proposal penelitian kita. Jadi yang akan ditanyakan berkaitan dengan riset, misalnya topik penelitiannya, kira-kira kontribusinya itu apa,” ujarnya.


Ia menambahkan, aspek kontribusi menjadi poin penting yang akan digali oleh pewawancara, terutama terkait manfaat penelitian bagi institusi asal pendaftar, seperti perguruan tinggi atau lembaga di bawah Kementerian Agama.


Dalam menyusun proposal, Waliyadin menyarankan agar pendaftar mengikuti panduan umum yang telah ditentukan, mulai dari bagian pendahuluan, kajian literatur, hingga metodologi penelitian. Namun demikian, ia mengingatkan agar proposal disusun secara efektif sesuai batas kata yang ditetapkan.


Meski begitu, ia menekankan bahwa proposal tidak harus sempurna pada tahap awal. Menurutnya, yang terpenting adalah kejelasan objek penelitian dan kontribusi yang ingin dicapai.


Nggak perlu perfect dulu. Intinya objek penelitian dan kontribusinya tersampaikan,” ujar awardee BIB yang juga dosen UIN Jakarta itu.


Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa proposal yang diajukan sebaiknya tidak hanya berisi kepentingan personal, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang lebih luas. Hal ini menjadi nilai tambah dalam proses seleksi.


Selain itu, Waliyadin pun mengingatkan pentingnya menyesuaikan jawaban dengan visi dan misi Kementerian Agama, mengingat BIB berada di bawah naungan kementerian tersebut.


“Nah yang nggak kalah penting, siapkan jawaban yang relate dengan visi dan misi Kementerian Agama, misalnya moderasi beragama atau ekoteologi,” tuturnya.


Dalam sesi wawancara, pendaftar juga akan diuji kemampuan problem solving. Ia mencontohkan, pewawancara dapat memberikan skenario tertentu untuk melihat respons kandidat dalam menghadapi situasi sulit.


“Misalnya jadi awardee di luar negeri ada permasalahan keuangan, itu kira-kira respons kita seperti apa,” katanya.


Di sisi lain, Waliyadin juga menyoroti isu prioritas bidang studi dalam program beasiswa. Ia menilai, pembatasan pada bidang sains dan teknologi (STEM) saja kurang tepat karena dapat mengurangi sifat inklusivitas program.


Menurutnya, BIB merupakan program yang bersifat targeted, terutama bagi dosen dan akademisi di lingkungan Kementerian Agama, termasuk di perguruan tinggi seperti IAIN dan UIN yang memiliki basis keilmuan sosial-humaniora.


“Sebetulnya kurang baik kalau hanya difokuskan di STEM karena akan terkesan kurang inklusif,” tegasnya.


Ia menegaskan bahwa banyak potensi di bidang lain, khususnya ilmu keagamaan dan sosial, yang juga membutuhkan dukungan beasiswa untuk berkembang. Karena itu, ia berharap program BIB tetap membuka peluang luas bagi berbagai disiplin ilmu.


Dihubungi terpisah, awardee BIB dalam negeri tahun 2023, Zahirotu Cholilah turut membagikan trik dalam menyusun esai motivasi diri (motivation letter). Menurutnya, penyusunan tidak perlu merekayasa apalagi memanipulasi keterampilan atau pengalaman, di samping mengikuti panduan yang ada.


"Penting ketentuan formatnya semua terjawab di esai dan tidak mengada-ada, tulis pengalaman riil. Tidak perlu menyombangkan diri," ujar Magister Pendidikan Bahasa Arab UIN Maliki Malang itu.


Pada tahun ini disediakan sekitar 1.750 dengan 6 jalur yakni pesantren, unggulan keagamaan, akselerasi, double degree, targeted dan program partnership. Informasi seputar pendaftaran bisa diakses dengan klik di sini.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang