Pengurus Muallaf Center PBNU Resmi Dilantik
NU Online · Selasa, 17 Desember 2019 | 09:30 WIB
Pengurus Muallaf Center Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi dilantik. Prosesi pelantikan berlangsung di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (17/12) dan dipandu Wakil Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) KH Misbahul Munir. Secara struktural, Muallaf Center berada di bawah naungan LD PBNU.
Dalam sambutannya, Kiai Misbah menyatakan bahwa Muallaf Center merupakan program unggulan lembaganya. Muallaf Center menjadi wadah bagi mualaf dalam belajar agama. Pasalnya, kata Kiai Misbah, akhir-akhir ini banyak orang, baik berkewarganegaraan Indonesia maupun luar memeluk agama Islam melalui PBNU.
"Setelah pembacaan syahadat, ya selesai. Ada yang nangis, ada yang kejang-kejang. Saya tahu itu. (Seusia pembacaan dua kalimat syahadat) Ada yang sampai tidak bisa berbicara di hadapan saya (sangking terharunya)," kata Kiai Misbah.
Namun ia mengaku, persoalan muncul karena wadah buat para mualaf belum ada. Padahal, mereka harus ditindaklanjuti agar bisa mengajarkan ajaran Islam lebih lanjut. "Padahal kebutuhan mereka misalnya fiqih shalat. Pokoknya amaliyah-amaliyah setiap hari yang mendesak. Bagaimana mengawal mualaf sekiranya benar-benar tahu, mengerti siapa itu Allah, mengerti siapa itu Rasulullah, mengerti apa itu syariat," katanya.
Di pihak lain, keberadaan muallaf center yang tidak berafiliasi dengan NU menjamur. Sehingga menurutnya, jika lembaganya tidak segera membentuk muallaf center NU, nantinya para muallaf ‘dimanfaatin’ oleh kelompok-kelompok yang suka menyalahkan praktik kelompok agama lain.
"Mohon maaf yang salah itu ya kenapa sampean gak berbuat (membentuk wadah mualaf)," ucapnya.
Ia meminta pengurus Muallaf Center PBNU agar mengikuti Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU). Kegiatan tersebut untuk memperkuat ke-NU-annya.
Sebagai informasi, Muallaf Center PBNU ini diketuai Wahyu Nur Hidayat Aly. Sementara sekretaris dijabat KH Rakhmad Zailani Kiki.
Pewarta: Husni Sahal
Editor: Muchlishon
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
2
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
3
Khutbah Jumat: Anjuran Membaca Takbir Malam Idul Fitri
4
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
6
Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa: Idul Fitri Dinten Ganjaran lan Kabingahan
Terkini
Lihat Semua