Pengurus PP IPNU Mendatang Harus Benahi Kaderisasi
NU Online · Ahad, 23 Desember 2018 | 10:30 WIB
Cirebon, NU Online
Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) periode 2018-2021 mendatang memiliki sejumlah pekerjaan rumah yang perlu dibenahi, di antaranya tentang sistem kaderisasi.
PW IPNU Jawa Timur telah melakukan kajian secara mendalam di antaranya melalui survei Student Research Center (SRC) PW IPNU Jawa Timur pada 2018 terhadap PW IPNU se-Indonesia tentang layanan dan kinerja PP IPNU.
“Datanya sudah ada. Yang jelas kaderisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (yang lebih baik) perlu dibenahi,” kata Ketua PW IPNU Jawa Timur Chirul Mubtadiin kepada NU Online, di Pesantren KHAS Kempek Cirebon, Jawa Barat, Ahad (23/12).
Menurutnya, data survei yang telah dikumpulkan harus menjadi bahan evaluasi kepengurusan PP IPNU tiga tahun ke depan dalam menangani sistem kaderisasi dengan cara bottom up (bawah ke atas), sehingga bisa dilaksanakan dengan menyeluruh.
“Sistem yang harus dibangun (dengan cara) buttom up dan bukan top down (atas ke bawah). Nanti caranya dari bawah dan bisa dilaksanakan dengan menyeluruh,” ucapnya.
Pria yang kerap disapa Di’in ini menyebut bahwa ruh IPNU ada pada kaderisasi, sehingga persoalan tersebut sudah selayaknya menjadi prioritas.
"Ini harus dikawal. Periode kemarin kami diskusi, perlu adanya kaderisasi yang intens, matang, dan aturan yang jelas,” jelasnya.
Perlu diketahui bahwa IPNU-IPPNU sedang menggelar kongres di Pesantren KHAS Kempek Cirebon, Jawa Barat. Kegiatan tiga tahunan ini diselenggarakan pada 21-24 Desember 2018. (Husni Sahal/Muhammad Faizin)
Terpopuler
1
Besok Rebo Wekasan, Berikut Amalan dan Doa yang Dianjurkan
2
Alma Esbeye Siap Tampil Meriahkan Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas
3
Ngaji Al-Hikam, Perlu Fase Menepi dari Ketenaran dalam Hidup
4
Muktamar ke-35 NU Bahas Hukum DNA, Kripto, hingga Pasang Chip di Otak
5
Muktamar Ke-35 NU Bahas Revisi UU Sisdiknas dan Ketenagakerjaan, hingga Qanun Jinayat Aceh
6
Indonesia Peringkat Kedua Kasus DBD Terbesar di Dunia, PDNU Nilai Pencegahan Belum Optimal
Terkini
Lihat Semua