Pentingnya Literasi Gizi di Tengah Lonjakan Covid-19
NU Online · Ahad, 18 Juli 2021 | 11:30 WIB
Jakarta, NU Online
Pimpinan Pusat Muslimat NU terus berikhtiar membangun keluarga sehat Indonesia. Hal itu dilakukann dengan menyebarluaskan kesadaran akan pentingnya budaya hidup sehat, khususnya dalam memilih makanan dan minuman untuk anak.
Hal itu disampaikan Ketua Periodik PP Muslimat NU Hj Ariza Agustina saat webinar dengan tema “Pemilihan Nutrisi yang Tepat untuk Anak, Cara Tingkatkan Imun di Tengah Lonjakan Covid-19” pada Jum'at (16/7).
Menurut Ariza, peran sentral orang tua, khususnya ibu, dalam mengelola asupan makan dan minum anak dan seluruh keluarga menjadi sangat penting. Hal ini juga mencakup soal peningkatan kesadaran anak untuk menjaga kesehatannya, hingga berlaku hidup sehat. Sebab, lanjutnya, betapa pada masa pandemi saat ini, kesehatan tubuh anak dan seluruh anggota keluarga menjadi salah satu faktor penting untuk dapat terlindungi dari Covid-19.
Sementara itu, dr Meta Herdiana Hanindita menjelaskan bahwa malnutrisi dapat menyebabkan turunnya imunitas sehingga seseorang akan lebih rentan terinfeksi dan meningkatkan risiko kematian. Karenanya, nutrisi yang baik dan seimbang menjadi peran penting, bukan hanya untuk tumbuh kembang anak, tetapi juga daya tahan tubuh untuk mendukung sistem imunitas sehingga anak menjadi lebih kuat untuk terhindar dari infeksi.
"Makanlah makanan yang bervasiasi dengan gizi seimbang, sehingga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan aktivitas fisik serta tidur yang cukup juga berperan penting dalam imunitas anak," kata dokter spesialis anak itu.
Dalam kesempatan tersebut, hadir juga Zaskia Adya Mecca. Pemeran film itu berbagi pengalamannya merawat keluarga yang sempat terpapar Covid-19. Saat anak dan suaminya terpapar Covid-19, ia selalu memberikan makanan sehat dengan nutrisi yang lengkap, serta tambahan vitamin. Hal serupa juga ia lakukan untuk dirinya sendiri dengan mengonsumsi vitamin dan mengisi pikiran dengan hal-hal yang positif.
“Ketika anak-anak terkena Covid-19, yang harus dikendalikan adalah diri sendiri dulu, karena ibu adalah pusat bagi anak-anak. Konsultasi ke dokter untuk cek kondisi kesehatan anak, beri asupan makanan dan mainan sehingga mengalihkan pikiran anak,” katanya.
Webinar ini merupakan hasil kerja sama PP Muslimat NU dengan Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI). Kerjasama antara PP Muslimat NU dengan YAICI yang sudah terjalin sejak 2018 ini adalah bentuk upaya penanaman literasi gizi kepada masyarakat. Ketua YAICI Arif Hidayat menerangkan bahwa penanaman literasi tentang dampak makanan yang tidak bergizi dapat menghindarkan masyarakat Indonesia dari stunting atau gizi buruk. Dengan begitu, harapan bagi generasi emas 2045 dapat lebih mudah terwujud.
Kontributor: Sania Khoirotul aminah
Editor: Syakir NF
Terpopuler
1
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh 27 Mei 2026
2
Tim Hisab Rukyat: Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H Penuhi Kriteria MABIMS, Idul Adha Diperkirakan 27 Mei 2026
3
Hilal Terlihat, PBNU: Idul Adha 1447 H Rabu, 27 Mei 2026
4
Menhan Sebut Seluruh Kabupaten di Jawa Akan Dikawal Batalyon Teritorial pada 2026
5
Tiga Jurnalis Indonesia Bersama Aktivis Ditangkap Israel, Dewan Pers Minta Pemerintah Bertindak
6
Ambruknya Rupiah Dinilai Tekan Rakyat Kecil, DPR Soroti Harga Kebutuhan Pokok
Terkini
Lihat Semua