Penyintas Banjir Padang Sambut Ramadhan di Tengah Keterbatasan dan Ancaman Kesehatan
NU Online · Jumat, 6 Februari 2026 | 22:00 WIB
Ayu Lestari
Kontributor
Padang, NU Online
Menjelang bulan suci Ramadhan, penyintas banjir bandang di Kota Padang masih menghadapi berbagai keterbatasan. Kondisi rumah yang belum sepenuhnya pulih serta terbatasnya akses air bersih membuat persiapan ibadah dilakukan secara sederhana.
Rahayu Nengsyih, warga Kelurahan Kampung Lapai, Kecamatan Nanggalo, mengungkapkan bahwa rumahnya masih dalam kondisi lembap dan berantakan akibat sisa lumpur banjir. Sejumlah perabot rumah tangga belum dapat digunakan, sementara kualitas air PDAM belum sepenuhnya bersih.
“Setelah banjir bandang, kondisi rumah kami masih berantakan dan lembap. Sebelum bencana, rumah bersih dan nyaman untuk beribadah. Sekarang, fokus kami masih membereskan rumah dan menjaga kesehatan,” ujar Rahayu kepada NU Online, Selasa lalu.
Ia mengatakan, persiapan Ramadhan tahun ini terasa berbeda dibandingkan sebelumnya. Keluarga hanya menyiapkan kebutuhan secukupnya sesuai kondisi yang ada.
“Kami belum ada rencana khusus. Kami menyiapkan apa yang ada dan menyesuaikan dengan kondisi. Banyak kebutuhan lain yang lebih mendesak,” paparnya.
Rahayu juga mengkhawatirkan kondisi kesehatan keluarga, terutama karena lingkungan rumah yang lembap berpotensi memicu penyakit. Keterbatasan air bersih dan persediaan pangan turut menjadi tantangan dalam menjalani ibadah puasa.
Selain rumah warga, musala di lingkungan setempat juga terdampak banjir. Bangunan sempat terendam lumpur dan sebagian fasilitas mengalami kerusakan. Meski telah dibersihkan, akses air bersih untuk berwudhu masih terbatas.
Hingga saat ini, warga telah menerima bantuan awal pascabanjir. Namun, bantuan khusus menjelang Ramadhan seperti paket sahur dan iftar belum diterima.
Terpopuler
1
Para Kiai Sepuh ‘Turun Gunung’ Jelang Muktamar 1984
2
BEM PTNU Se-Nusantara Desak DPR RI Evaluasi Menyeluruh Tata Kelola Kejaksaan demi Perkuat Kepercayaan Publik
3
LF PBNU Sebut Suara Dentuman Semalam Berasal dari Meteor Jatuh
4
Ketum PBNU Sebut Tambakberas Jalan Tengah Terbaik untuk Muktamar Ke-35 NU
5
Hukum Memberi Amplop Setelah Shalat Jenazah
6
Kajian Hadits: Bolehkah Orang Fasik Melakukan Amar Makruf–Nahi Mungkar?
Terkini
Lihat Semua