Perhimpunan Dokter NU Minta Debat Kelima Pilpres 2024 Bahas 6 Isu Krusial di Sektor Kesehatan
NU Online · Senin, 29 Januari 2024 | 14:00 WIB
Jakarta, NU Online
Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menggelar debat putaran kelima menjelang pemilihan presiden (pilpres) 2024 yang diikuti oleh para calon presiden (capres) pada Ahad (4/2/2024) mendatang.
Debat ketiga sekaligus terakhir yang diikuti para capres ini mengusung tema Kesejahteraan Sosial, Kebudayaan, Pendidikan, Teknologi Informasi, Kesehatan, Ketenagakerjaan, Sumber Daya Manusia, dan Inklusi.
Dalam tema kesehatan, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama (PDNU) Muhammad S Niam meminta para capres untuk menyoroti enam isu krusial dalam sektor kesehatan di Indonesia yang belum tuntas saat ini.
Menurutnya, selain menangani persoalan utama seperti stunting dan tuberkulosis, pemerintah juga harus mengambil langkah-langkah konkret untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat, termasuk bagi para petani dan nelayan yang mayoritas merupakan Nahdliyin.
Dokter Niam menyoroti enam poin utama yang dianggapnya penting dalam memperbaiki sistem kesehatan Indonesia. Pertama, perlunya kebijakan afirmatif yang secara khusus mengatasi masalah kesehatan masyarakat di kalangan petani dan nelayan, yang notabene banyak berasal dari kalangan Nahdlatul Ulama.
“Kebijakan afirmatif untuk kesehatan masyarakat tani dan nelayan yang sebagian besar adalah Nahdliyin,” kata dr Niam dalam keterangannya kepada NU Online, Ahad (28/1/2024).
Kedua, pentingnya komitmen anggaran yang memadai dalam sektor kesehatan, sebagai upaya untuk memenuhi hak masyarakat terhadap pelayanan kesehatan sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
“Komitmen anggaran kesehatan sebagai wujud pemenuhan hak layanan kesehatan sebagaimana amanat UUD 1945,” tuturnya.
Ketiga, dukungan yang diperlukan dalam pengembangan dan perlindungan profesi kesehatan, guna meningkatkan akses dan mutu layanan kesehatan di Indonesia.
“Dukungan pengembangan dan perlindungan profesi kesehatan sebagai bagian dari upaya perluasan akses dan peningkatan mutu layanan kesehatan,” ucapnya.
Keempat, Dokter Niam menyebutkan perlunya ketersediaan obat, vaksin, dan alat kesehatan yang memadai dan terjangkau oleh seluruh rakyat Indonesia.
“Ketersediaan obat, vaksin, dan alkes (alat kesehatan) dalam jumlah yang memadai dan terjangkau oleh seluruh rakyat Indonesia,” terangnya.
Kelima, Dokter Niam menyoroti peran penting pesantren dan santri dalam mendukung program kesehatan masyarakat serta ketahanan kesehatan nasional.
“Optimasi peran pesantren dan santri dalam mendukung program kesehatan masyarakat dan ketahanan kesehatan nasional,” terangnya.
Keenam, perlunya pemberdayaan masyarakat, termasuk tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat dalam segala upaya kesehatan, terutama dalam hal sosialisasi dan pencegahan penyakit. Dokter Niam juga menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama bersama lembaga dan badan otonom NU di seluruh tingkatan akan berperan aktif dalam mewujudkan tujuan-tujuan tersebut.
“Lebih memberdayakan masyarakat, toma (tokoh masyarakat), dan toga (tokoh agama) dalam segenap upaya kesehatan, terutamanya pada upaya promotif dan preventif, termasuk dengan berbagai lembaga dan badan NU di setiap tingkatan,” pungkasnya.
Terpopuler
1
Ancam Ekosistem Pertembakauan, Lesbumi PBNU Tolak Rancangan Aturan Kemenko PMK dan Kemenkes soal Tembakau
2
Kapten Timnas Iran Kritik FIFA, Sebut Piala Dunia 2026 'Bencana' dan Berjalan Tidak Adil
3
Pemerintah Tetapkan Logo Resmi HUT ke-81 RI, Ini Makna Desain dan Cara Unduhnya
4
DPR Desak Latsarmil Calon Manajer Kopdes Dihapus, Negara Bisa Hemat Lebih dari Rp1 Triliun
5
Hari Bhayangkara Ke-80, Presiden Prabowo Klaim Polri Berkontribusi pada Ketahanan Pangan dan MBG
6
Rais Syuriah PBNU Ingatkan Pengurus PWNU Aceh: Jangan setelah Dilantik Malah Jadi Urusan
Terkini
Lihat Semua