Batang, NU Online
Bertempat di Pondok Pesantren Al-Munawir, Gringsing, Batang, sebanyak 47 siswa-siswi dari sejumlah SMA/MA di Kabupaten Batang mengikuti Pesantren Kilat (Sanlat) Sukses SNMPTN 2012 yang diselenggarakan oleh PC GP Ansor Batang bekerjasama dengan Yayasan Mata Air.<>
Sanlat Sukses SNMPTN 2012 ini berlangsung sejak tanggal 14 Mei 2012 dan direncanakan sampai dengan tanggal 14 Juni 2012. Kegiatan ini sebenarnya sudah dilakukan setiap tahun oleh Yayasan Mata Air yang dipusatkan di Yogyakarta.
Namun, mulai tahun 2012 ini, kegiatan tersebut digelar di beberapa kabupaten/kota yang ditunjuk. Kabupaten Batang menjadi salah satu daerah yang dipercaya untuk menyelenggarakan pesantren kilat tersebut.
Selama mengikuti sanlat tersebut, para peserta akan memperoleh bimbingan materi untuk mengikuti SNMPTN 2012. Para pemateri berasal dari guru dan tentor yang berpengalaman dan berasal dari sekolah dan lembaga bimbingan belajar yang ada di Kabupaten Batang.
Nur Topan, Ketua Panitia, menjelaskan bahwa selain memperoleh materi terkait dengan SNMPTN, para peserta juga mendapatkan materi tambahan seperti ke-NU-an, keorganisasian, kepemimpinan, outbond, dan lain sebagainya.
Salah satu peserta yang ditemui NU Online, Atina Rosyada mengatakan bahwa dirinya sangat beruntung dapat lolos seleksi untuk mengikuti kegiatan sanlat tersebut.
“Selain memperoleh materi akademik, saya juga mendapat tambahan pengetahuan mengenai keagamaan, ke-NU-an, keorganisasian,” jelasnya.
Ketua PC GP Ansor Batang, Ikhwanudin, yang dihubungi secara terpisah oleh NU Online mengatakan bahwa target sanlat ini adalah dapat mengantarkan minimal 70% peserta lolos SNMPTN 2012. Selain itu, pihaknya berharap alumni sanlat ini dapat menjadi kader-kader terbaik NU.
Redaktur : Syaifullah Amin
Kontributor : Arif Hakim
Terpopuler
1
Bolehkah Janda Menikah Tanpa Wali? Ini Penjelasan Ulama Fiqih
2
544 Orang Tewas dalam Gelombang Protes Iran, Amerika Pertimbangkan Opsi Militer
3
Guru Dituntut Profesional tapi Kesejahteraan Dinilai Belum Berkeadilan
4
Dakwaan Hukum Terhadap Dua Aktivis Pati Botok dan Teguh Dinilai Berlebihan dan Overkriminalisasi
5
Nikah Siri Tak Diakui Negara, Advokat: Perempuan dan Anak Paling Dirugikan
6
KontraS Soroti Brutalitas Aparat dan Pembungkaman Sipil Usai Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB
Terkini
Lihat Semua