Pesantren Paling Lantang Jaga Keutuhan NKRI
NU Online · Senin, 3 Agustus 2015 | 09:01 WIB
Jombang, NU Online
Kekuatan pondok pesantren yang tidak dimiliki oleh lembaga pendidikan lain adalah adanya keseimbangan antara ilmu dengan amaliah. Artinya ada keseimbangan mental spiritual dan fisik dari peserta didiknya.<>
Demikian disampaikan, Pengasuh Pesantren Denanyar KH Abdussalam Sokhib pada Diskusi dan Bedah Buku ‘Pesantren Akar Pendidikan Islam Nusantara’ yang ditulis A Helmy Faishal Zaini, di panggung utama Stand Ekspo Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar, Jombang, Ahad (2/8).
Dikatakan Abdussalam, dengan adanya keseimbangan antara ilmu dan amaliah tersebut, sesuai dengan literatur yang ada di kitab-kitab kuning yang diajarkan di pesantren. Kitab tersebut menjelaskan adanya syariah, tarekat dan hakikat.
Harus diakui, kata Abdussalam, tantangan pesantren saat ini dan ke depan sangat berat. Akhir-akhir ini marak gerakan radikalisme. "Selama ini pesantren yang paling lantang menjaga keutuhan NKRI. Pesantren sudah teruji bagaimana tetap menjaga keutuhan NKRI. Sehingga pesantren menjadi musuh dari gerakan radikalisme itu sendiri," kata Abdussalam.
Pesantren selama ini memang tidak bergeming pada siapapun. Meski ditekan dari berbagai pihak, pesantren tetap eksis dan mandiri. Tidak mengherankan pesantren menolak berbagai bantuan yang diberikan pemerintah karena dinilai mengikat dan mengintervensi.
"Pasca reformasi banyak pesantren yang dibantu oleh pemerintah karena mulai paham bagaimana eksistensi pesantren. Tapi masalahnya, justru pesantren sendiri tidak siap karena memang tidak pernah dibantu," katanya.
Tidak heran, lanjutnya, ketika ada ratusan pesantren yang akan menerima bantuan dari pemerintah tidak bisa membuat atau menyiapkan proposal. Bahkan stempel pun mereka tidak punya.
Diskusi dan bedah buku ini selain menampilkan Abdussalam, juga penulisnya Helmy Faishal Zaini yang juga Ketua Fraksi PKB DPR RI, intelektual muda NU Syafiq Hasyim, PhD dan Direktur Pembinaan SMK Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Mustaghfirin Amin. (Armaidi Tanjung/Fathoni)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Beribadah Bukan Transaksi, Meluruskan Hubungan antara Hamba dengan Tuhan
2
Khutbah Jumat: Spirit Sumpah Pemuda, Jangan Bungkam Suara Anak Muda yang Peduli Bangsa
3
Alvin Tedjo, Pria Keturunan Indonesia yang Terpilih sebagai Wali Kota Mississauga di Kanada
4
Khutbah Jumat: Pentingnya Menolong Tetangga di Tengah Kesulitan Ekonomi
5
Khutbah Jumat: 3 Alasan Pemerintah Wajib Mendengarkan Aspirasi Rakyat
6
Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar: Tugas Pengurus Merangkul Semua Elemen, Meningkatkan Kualitas Nahdliyin
Terkini
Lihat Semua