Peternak Lokal Pasok Hewan Kurban NU Care-LAZISNU pada Idul Adha 1447 H
NU Online · Jumat, 29 Mei 2026 | 15:00 WIB
Hewan kurban berupa sapi dari peternak lokal siap dipotong pada Kamis (28/5/2026) di RPH Cakung, Jakarta. (NU Online/Jannah)
Rikhul Jannah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Pada Hari Raya Idul Adha dan Tasyrik 1447 H/2026 M, NU Care-LAZISNU memilih peternak lokal sebagai pemasok hewan kurban untuk 75 kota/kabupaten yang tersebar di 24 provinsi di Indonesia. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat kemitraan dengan peternak di berbagai daerah.
Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU, Riri Khariroh, mengatakan bahwa sejak awal pihaknya telah bekerja sama dengan peternak lokal yang berada di sekitar cabang-cabang LAZISNU di berbagai wilayah.
“Sejak awal kita sudah bekerjasama dengan peternak-peternak lokal dari LAZISNU yang ada di berbagai wilayah. Kami sudah targetkan bahwa hewan-hewan yang dibeli itu diambil dari peternak-peternak lokal. Karena ini juga membantu perekonomian masyarakat. Seperti yang ada di Bogor, Bandung itu untuk supply yang dipotong di Jakarta,” ujar Riri di Jakarta, Kamis (28/5/2026).
Ia mengatakan bahwa sejumlah daerah binaan peternak lokal NU Care-LAZISNU di antaranya berada di Ponorogo, Blora, Bojonegoro, Cianjur, dan Sidoarjo. Menurutnya, hubungan antara LAZISNU dan para peternak lokal terus berkembang karena kerja sama tersebut dilakukan secara rutin setiap tahun.
“Itu sudah dilakukan tiap tahun jadi mitra peternak lokal kita juga lama-lama semakin banyak. Jadi opsi-opsi pemberdayaan peternak lokal juga semakin terbuka,” katanya.
Riri menyampaikan bahwa penutupan penerimaan hewan kurban di LAZISNU PBNU telah berakhir pada 28 Mei 2026. Namun, penerimaan hewan kurban di sejumlah daerah masih dibuka hingga akhir hari Tasyrik.
“NU Care-LAZISNU PBNU sampai tanggal 28 Mei 2026, karena kami butuh waktu untuk nanti ini distribusikan ke teman-teman daerah, terutama di daerah yang jauh-jauh ya, karena ini penting untuk juga proses mengenalkan LAZISNU kepada masyarakat luas melalui program korban ini,” ujarnya.
Ia juga mendorong masyarakat untuk tetap menyalurkan hewan kurban melalui jaringan LAZISNU di daerah masing-masing selama masa penerimaan masih berlangsung.
“Kami menyarankan, mendorong masyarakat untuk bisa menyalurkan kurbannya atau mungkin tiba-tiba ada rezekinya adanya besok. Nah itu bisa melalui
LAZISNU yang ada di berbagai wilayah. Kalau di daerah mereka masih terima sampai hari tasrik itu selesai,” ujar Riri.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Tanda Shalat Kita Diterima
2
Khutbah Jumat: Haji dan Pesan Kesetaraan Manusia di Hadapan Allah
3
Khutbah Idul Adha: Momentum Menguatkan Kepedulian Antarwarga
4
Khutbah Jumat: Menjadi Hamba Sejati melalui Rangkaian Ibadah Haji
5
Boleh Bagikan Daging Kurban untuk Non-Muslim dengan Syarat
6
Inilah Lafal Bilal Shalat Idul Adha
Terkini
Lihat Semua