PMII: Indonesia Perlu Armada Laut Asia Pasifik
NU Online · Ahad, 16 Desember 2012 | 00:06 WIB
Jayapura, NU Online
Sejumlah persoalan internal dan eksternal, dari isu daerah, nasional hingga internasional menjadi pembahasan hangat di arena Musyawarah Pimpinan Nasional Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Jayapura.<>
Diantaranya tentang desakan penguatan kedaulatan bangsa dan perlunya pembangunan pelabuhan internasional dan pembentukan Armada Laut Asia Pasifik guna mengantisipasi pertempuran Asia Pasifik yang mungkin terjadi pada 15 tahun ke depan.
“Indonesia perlu mengantisipasi pertarungan Asia Pasifik, pertarungan ekonomi maupun pertempuran militer. Kami merekomendasikan pembentukan Pelabuhan internasional dan Armada Laut Asia Pasifik. Saat ini pemerintah baru punya Armada Laut Barat dan Timur. Sementara Asia Pasifik belum diantisipasi,” ujar Ketua Umum Pengurus Besar PMII (PB PMII) Adien Jauharuddin, Sabtu (15/12).
Sejumlah rekomendasi lain, masih dibahas dalam forum yang diikuti sekitar 300 kader PMII yang merupakan perwakilan dari Pengurus Koordinator Cabang (PKC) dan Pengurus Cabang (PC) PMII di Indonesia itu. Kata Adien, Pemerintah perlu memperhatikan kawasan perbatasan, termasuk daerah Papua, lantaran selama ini banyak pelanggaran hukum dan kemanusiaan, juga perdagangan ilegal di kawasan tersebut.
“Perdagangan internasional. Selama ini Indonesia jadi penghasil komoditas, dan diolah di luar negeri, kita juga perlu memikirkan agar ada industri pengolah hasil komoditi dari Sumberdaya Alam di negeri ini. Papua ini salah satu pintu masuk internasional, perlu diberdayakan juga dengan membangun pelabuhan internasional,” ujarnya.
Selain itu, kata Adien, penguatan pertahanan juga diperlukan di kawasan perbatasan Papua, sebab disinyalir, saat ini Amerika dan sejumlah Negara lain telah menempatkan pasukannya di daerah Australia, dan Negara-negara lain yang berbatasan dengan Indonesia.
“Hingga tahun 2025 nanti penempatan pasukan it uterus dilakukan secara bertahap. Jika tak diantisipasi kita akan mudah diserang dari perbatasan,” tandasnya.
Redaktur : A. Khoirul Anam
Kontributor: Abdul Malik
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Jadwal Puasa Sunnah Selama Mei 2026
3
Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati Sudah Dinonaktifkan
4
KPAI Desak Proses Hukum Tegas Kekerasan Seksual terhadap 17 Santri di Ciawi Bogor
5
Hari Buruh 2026: Prabowo Wacanakan Penurunan Potongan Aplikator Ojol hingga di Bawah 10 Persen
6
10 Tuntutan BEM SI dalam Aksi Hari Pendidikan Nasional 2026 di Jakarta
Terkini
Lihat Semua