Presiden Jokowi: Di Mana Sebaiknya Ibu Kota Negara Indonesia?
NU Online · Selasa, 30 April 2019 | 09:30 WIB
Wacana pemindahan ibu kota Indonesia ke luar pulau Jawa semakin menghangat. Hal ini setelah keputusan diambil dalam rapat terbatas ibukota di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (29/4).
Terkait hal ini, Presiden Joko Widodo pun memberikan kesempatan kepada warga masyarakat untuk memberi masukan lokasi yang paling tepat untuk menjadi ibu kota negara. Kesempatan untuk memberi masukan dan memilih lokasi ibu kota berikut alasannya diberikan Joko Widodo melalui akun Facebook-nya, Selasa (30/4).
"Menurut Anda, di mana sebaiknya ibu kota negara Indonesia ditempatkan dan apa pertimbangannya?" tanyanya kepada warganet yang sampai dengan berita ini diturunkan sudah ada 56 ribu lebih komentar yang diberikan.
Jokowi menilai bahwa Jakarta saat ini memikul dua beban sekaligus, yakni sebagai pusat pemerintahan dan layanan publik, juga pusat bisnis. Ia pun bertanya apakah di masa depan kota Jakarta masih mampu memikul beban ini.
"Banyak negara yang telah memikirkan dan mengantisipasi arah perkembangan negara mereka di masa mendatang dengan memindahkan ibu kota negara. Contohnya Malaysia, Korea Selatan, Brasil, Kazakhstan, dan lain-lain," terangnya.
Di Indonesia, lanjut Jokowi, gagasan memindahkan ibu kota juga sudah muncul sejak era Presiden Soekarno dan selalu menjadi wacana di setiap era presiden. Rencana ini tidak pernah diputuskan dan dijalankan secara terencana dan matang.
"Kemarin di Kantor Presiden, saya menggelar rapat soal pemindahan ibu kota negara. Pembahasan ini tidak hanya mempertimbangkan manfaat jangka pendek semata, namun, terutama kebutuhan dan kepentingan negara dalam perjalanan menuju negara maju," terangnya.
Pemindahan ibu kota menurutnya adalah sebuah proses yang tidak singkat dan berbiaya besar. Salah satu di antara proses yang harus diputuskan adalah mengenai pemilihan lokasi yang tepat, pertimbangan aspek geopolitik, geostrategis, serta kesiapan infrastruktur pendukung. (Muhammad Faizin)
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Khutbah Jumat: Allah Tidak Membebani Hamba di Luar Batas Kemampuannya
3
Respons Wacana Penutupan Prodi yang Dinilai Tak Relevan, LPTNU Tekankan Kebijakan Komprehensif
4
KPAI Desak Proses Hukum Tegas Kekerasan Seksual terhadap 17 Santri di Ciawi Bogor
5
Perlintasan Liar Dikelola Ormas, Dirut KAI: Tidak Memenuhi Syarat, Kami Tutup
6
Hari Buruh 2026: Prabowo Wacanakan Penurunan Potongan Aplikator Ojol hingga di Bawah 10 Persen
Terkini
Lihat Semua