Prof Maksum: Lahan Pasir pun Ada Manfaatnya
NU Online · Rabu, 26 Juni 2013 | 02:15 WIB
Yogyakarta, NU Online
Dalam dunia pertanian, tidak ada tanah yang paling termarjinalkan selain lahan pasir. Tetapi hari ini, lahan pasir bisa memberikan manfaat seperti lahan-lahan yang lain.<>
Demikian disampaikan oleh Prof Dr KH Maksum Mahfudz, Ketua PBNU, dalam Acara Panen Raya Cabai Merah di lahan pasir yang bertempat di Bugel, Panjatan, Kulon progo Selasa (25/6).
Mengutip Surat Ali Imron Ayat 191, ia juga mengungkapkan bahwa semua makhluk yang diciptakan Tuhan itu tidak pernah sia-sia.
“Ma kholaqta hada bathila, tidak ada penciptaan Tuhan yang sia-sia. Semua pasti ada manfaatnya. Meski dipandang sebagai tanah yang paling buruk dalam dunia pertanian, tetapi nyatanya lahan pasir pun ada manfaatnya. Dengan pendampingan terus menerus, akhirnya lahan pasir bisa menemukan berkahnya rahmat Allah yang paling hebat,” ujar Prof Maksum.
Selain berbicara tentang lahan pasir yang bisa menjadi lahan produktif bagi pertanian, ia juga berbicara tentang konsep Islam Rahmatal lil alamin, kaitannya dengan pengembangan pertanian.
“Konsep rahmatal lil alamin itu ada tiga. Pertama, Habluminallah, hubungan dengan Allah. Kedua, hablu minan nas, hubungan dengan manusia. Dan ketiga, hubungan dengan alam,” ungkap Prof. Dr. Maksum dengan menggebu-nggebu terkait dengan pengelolaan lahan pertanian.
Terakhir, atas keberhasilan Petani Bugel dalam mengembangkan lahan pasir untuk pertanian, mewakili PBNU, Prof Maksum, mengucapkan selamat kepada para petani.
“PBNU menyambut gembira atas keberhasilan ini dan mengucapkan selamat kepada para petani. Hidup petani!” pekik Prof Maksum mengakhiri sambutannya.
Acara Panen Raya Cabai Merah yang dimulai pukul 10.00 tersebut, dihadiri oleh perwakilan dari PBNU, Syuriyah PWNU DIY, Lembaga Pengembangan Pertanian PWNU DIY, Bupati Kulon progo, Dosen-dosen fakultas pertanian UGM, Dinas pertanian kulon progo, Bank Indonesia dan para warga Bugel.
Redaktur : A. Khoirul Anam
Kontributor: Rokhim
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
5 Santri Laki-laki Jadi Korban Pelecehan Seksual, Syekh Ahmad Al Misry Jadi Tersangka
3
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
4
KA Jarak Jauh Tabrak KRL di Bekasi Timur, Gerbong Perempuan Ringsek
5
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
6
3 Orang Tewas dalam Tabrakan Kereta di Bekasi, KAI Minta Maaf Fokus Evakuasi
Terkini
Lihat Semua