Yogyakarta, NU Online
Persoalan pertanian menjadi lahan garapan warga NU yang sangat utama. Hampir semua warga NU berada di desa dan pekerjaan utamanya adalah bertani.<>
Sudah seharusnya sejak mengaji di pesantren atau majlis ta’lim sudah mendapatkan bekal fiqih pertanian, sehingga ketika pulang ke kampung bisa bangga menjadi petani dan punya semangat mengembangkan pertanian.
Demikian disampaikan Prof Dr Mochammad Maksoem, Ketua PBNU, dalam halaqoh agraria Lembaga Pengembangan Pertanian (LPP) PWNU “Mewujudkan Tata Kelola Agraria Indonesia yang Berkeadilan dan Maslahah di Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, Rabu (27/03).
“Warga NU harus bangga menjadi petani. Dalam kitab fiqih, sudah banyak penjelasan tentang fiqih pertanian. Ayo kita kembangkan. Kaum santri muda harus semangat. Kita wujudkan ini dengan sungguh-sungguh,” tegasnya.
Prof Maksum juga menjelaskan bahwa KH Hasyim Asy’ari sudah memberikan spirit pembelaan terhadap kaum petani. Beliau pernah mendirikan koperasi, jauh lebih dahulu dari para Bung Hatta. Maka dari itu, lanjut Prof Maksum, sudah saatnya kaum santri memperjuangkan nasi kaum petani.
“Mari wujudkan semangat kaum santri yang terus berjuang melanjutkan perjuangan para pendiri,” lanjutnya.
Redaktur : A. Khoirul Anam
Kontributor: Rokhim Bangkit
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
Khutbah Jumat: Memulai Kebaikan dari Diri Sendiri
3
Khutbah Jumat: Allah Tidak Membebani Hamba di Luar Batas Kemampuannya
4
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
5
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
6
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Terkini
Lihat Semua