Pusdiklat LP Ma’arif NU Harus Jadi Pengembangan Kualitas Pendidikan
NU Online · Kamis, 3 Oktober 2019 | 18:00 WIB
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI Faisal Sahrul (Foto: NU Online/Abdul Rahman Ahdori)
Abdul Rahman Ahdori
Kontributor
Pernyataan itu disampaikan pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI Faisal Sahrul saat menghadiri kegiatan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pusdiklat LP Ma’arif NU di Grogol, Jakarta Barat, Kamis (3/10) sore.
Ia mengapresiasi langkah LP Ma’arif NU yang berkomitmen tinggi memperbaiki dan meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia. Menurutnya, pusdiklat juga memiliki banyak manfaat untuk kelangsungan pendidikan formal dan nonformal.
"Kemendikbud sangat berbahagia untuk dapat berpartisipasi dalam pembangunan pusdiklat ini dengan harapan bahwa pusdiklat dapat berfungsi atau bermanfaat sebagai tempat untuk menimba ilmu untuk anak-anak kita," katanya.
Ia menuturkan, selain dapat berkontibusi untuk pendidikan anak bangsa, pusdiklat harus menjadi wadah mempersiapkan diri regenerasi kepemimpinan nasional. Paling, penting, kata dia, kehadiran pusdiklat harus benar-benar manfaat.
"Termasuk mungkin untuk mempersiapkan pimpinan nasional, khususnya di Indonesia secara keseluruhan. Sekali lagi kami atas nama Kemendikbud yang sangat bangga untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan pusdiklat ini dengan harapan tadi bahwa mudah-mudahan ini bermanfaat untuk kader-kader dan para pimpinan bangsa dan negara ke depan," tuturnya.
Sementara itu Ketua Pembangunan Pusdiklat LP Ma’arif NU Saidah Sakwan menuturkan pembangunan pusdiklat bertujuan untuk pengembangan Islam rahmatan lil alamin yang digaungkan Nahdlatul Ulama. Menurutnya, pusdiklat tersebut menjadi pusat pengembangan Islam Ahlusunah wal Jamaah.
"Mengembangkan Islam moderat, kita tahu bahwa moderasi Islam menjadi visi dari Islam Ahlussunnah wal Jamaah di kalangan pendidikan," ujarnya.
Ia menargetkan tahun akhir tahun 2019 bebarapa bangunan sudah berdiri. Jika pembangunan sudah selesai, pusdiklat akan menjadi lembaga percontohan di kalangan Nahdlatul Ulama dalam mengembangkan kegiatan keislaman.
Kontributor: Abdul Rahman Ahdori
Editor: Abdullah Alawi
Terpopuler
1
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh 27 Mei 2026
2
Tim Hisab Rukyat: Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H Penuhi Kriteria MABIMS, Idul Adha Diperkirakan 27 Mei 2026
3
Hilal Terlihat, PBNU: Idul Adha 1447 H Rabu, 27 Mei 2026
4
Menhan Sebut Seluruh Kabupaten di Jawa Akan Dikawal Batalyon Teritorial pada 2026
5
Tiga Jurnalis Indonesia Bersama Aktivis Ditangkap Israel, Dewan Pers Minta Pemerintah Bertindak
6
Ambruknya Rupiah Dinilai Tekan Rakyat Kecil, DPR Soroti Harga Kebutuhan Pokok
Terkini
Lihat Semua