Respons Gus Yahya soal Usulan Periodisasi Ketum PBNU Maksimal 2 Periode: Tidak Masalah
NU Online · Selasa, 11 Februari 2025 | 20:00 WIB
Gus Yahya saat jumpa pers usai memberikan arahan dalam Sidang Pleno Kongres Ke-18 Muslimat NU di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur, pada Selasa (11/2/2025). (Foto: NU Online/Haekal)
Haekal Attar
Penulis
Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf merespons soal periodisasi masa jabatan ketum PBNU maksimal dua periode atau 10 tahun yang satu periodenya berlaku lima tahun.
Usulan tersebut menjadi pembahasan dalam Sidang Komisi Organisasi Konferensi Besar (Konbes NU), di Hotel Sultan, Jakarta, pada Kamis (6/2/2025) lalu.
Gus Yahya menyerahkan pada keputusan Konbes itu. Ia pun tak mempermasalahkan jika kelak terjadi penyesuaian konstruksi organisasi.
"Kita lihat nanti, tapi sebetulnya kalau konstruksi organisasi bisa kita sesuaikan, itu tidak akan menjadi masalah," kata Gus Yahya saat jumpa pers usai memberikan arahan dalam Sidang Pleno Kongres Ke-18 Muslimat NU, di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur, pada Selasa (11/2/2025).
Sebelumnya, Ketua Sidang Komisi Organisasi H Ishfah Abidal Aziz mengatakan bahwa masa khidmah jabatan Ketua Umum PBNUÂ diwacanakan maksimal dua periode atau 10 tahun.
Selain berlaku untuk ketum PBNU, pembatasan periodisasi masa khidmah itu juga akan berlaku untuk ketua PWNU hingga Anak Ranting NU.
"Itu yang berkembang maksimal dua periode. Dua periode itu satu periode lima tahun, berarti dua periode maksimal 10 tahun. Nah, itu pembahasan yang muncul di sidang komisi organisasi terkait usulan pembatasan periodiasasi jabatan Ketua Umum PBNU," kata Ishfah.
Namun hingga kini, belum ada perubahan. Karena itu, wacana ini akan dirumuskan terkait pembatasan periodisasi masa khidmah ketum PBNU, PWNU, PCNU, dan seterusnya.
"Diskursus ini sudah lama berkembang, lama dari Muktamar ke Muktamar, tapi tidak pernah ada titik temu," jelas Ishfah.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Peran Masyarakat, Pemerintah dan Keluarga dalam Menciptakan Lingkungan Bebas Perundungan
2
Khutbah Jumat: Pentingnya Menjaga Privasi Anak di Media Sosial
3
Gus Kikin Kenang Perjuangan Nyai Machfudhoh Aly Ubaid untuk NU
4
Kiai Miftach Ingatkan Pentingnya Wirid hingga Akhir Hayat
5
Syekh Yusuf al-Makassari: Sufi Nusantara yang Ubah Dzikir Jadi Gerakan Pembebasan
6
Kemenkes Tetapkan Tarif Cek Kesehatan Jamaah Haji, Tertinggi Rp1,3 Juta
Terkini
Lihat Semua