Sambut Harlah, PBNU Gelar Medsos NU Gathering
NU Online · Rabu, 29 Januari 2020 | 08:45 WIB
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menggelar acara Media Sosial NU Gathering di lantai 8 Gedung PBNU, Rabu (29/1). Kegiatan ini dalam rangka menyambut Hari Lahir (Harlah) ke-94 NU.
Sejumlah pembicara hadir untuk mengisi diskusi ini. Mereka ialah Direktur NU Online Savic Ali, Wasekjen PBNU yang juga Pelaksana NUcash H Muhammad Said Aqil, CEO Kesan Hamdan Hamedan, CEO NUjek Moch Ghozali, dan Founder Alvara Research Center Hasanuddin Ali.
Sekjen PBNU H Helmy Faishal Zaini mengemukakan pentingnya membangun ekosistem digital NU baik untuk kepentingan dakwah, membangun peradaban maupun pengembangan ekonomi.
"Mari kita hidupkan dalam satu nafas. Dari NU, oleh NU, untuk peradaban dunia," kata Helmy.
Helmy menjelaskan bahwa tatanan dunia hari ini mengalami banyak perubahan yang menantang. Sebagai contoh dalam pengembangan ekonomi. Menurutnya, iuran di lingkungan NU tidak bisa lagi menggunakan cara-cara konvensional, melainkan harus mengikuti perkembangan zaman, yakni lewat aplikasi yang tersedia, seperti NU Care-LAZISNU, NUcash atau aplikasi lainnya.
"Bayangkan saja, kalau 102 juta warga NU yang ada setiap hari urunan seribu rupiahan saja, sehari sudah berapa itu. 102 juta kali seribu perak berapa? 102 miliar 1 sehari. Ini apa yang saya sampaikan sebagai satu gagasan ini bukan sesuatu yang utopis atau mimpi," tandasnya.
Ia melanjutkan, penguasaan terhadap digital juga bisa dimanfaatkan untuk kepentingan dakwah. Seseorang misalnya membuat status yang berisi kebaikan, maka akan dibaca oleh banyak orang, sehingga kebaikan tersebut tersebar ke banyak orang.
Hal itu disebutnya berbeda jika penyebaran kebaikan menggunakan cara-cara manual dan tidak memanfaatkan digital, maka informasi kebaikan atau efek keterpengaruhan atas suatu kebaikan itu tidak luas.
Hingga berita ini diturunkan, acara masih berlangsung diskusi bersama para narasumber.
Pewarta: Husni Sahal
Editor: Musthofa Asrori
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
4
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
5
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
6
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: 5 Cekelan Utama kanggo Wong kang Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Terkini
Lihat Semua