Santer Muktamar Ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus, PBNU: Tunggu Keputusan Munas dan Konbes
NU Online · Kamis, 7 Mei 2026 | 19:15 WIB
Haekal Attar
Penulis
Jakarta, NU Online
Kabar mengenai pelaksanaan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) pada 1-5 Agustus 2026 tengah santer beredar. Informasi tersebut mencuat setelah pertemuan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dengan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Menanggapi hal tersebut, Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla atau Gus Ulil menegaskan bahwa keputusan mengenai waktu dan lokasi pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU harus diputuskan secara kolektif melalui forum Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU.
“Jadi secara prosedural, keputusan tentang kapan persisnya muktamar diadakan dan di mana memang seharusnya diputuskan di dalam forum Munas dan Konbes. Kami juga belum melalui tahapan itu. Setelah itu baru diputuskan di mana dan kapan muktamar diadakan,” katanya kepada NU Online, Kamis (7/5/2026).
Menanggapi aspirasi KH Miftachul Akhyar terkait usulan pelaksanaan Muktamar pada 1-5 Agustus 2026, Gus Ulil mengaku menghormati masukan tersebut. Ia juga menegaskan bahwa Gus Yahya tidak mempermasalahkan kapan maupun di mana muktamar dilaksanakan.
“Supaya keinginan Rais Aam menjadi keputusan organisasi, tentu harus diproses secara organisasi. Kita menghormati keinginan Rais Aam ini dan Gus Yahya sebagai Ketua Umum tidak keberatan. Kapan pun muktamar diselenggarakan, beliau tidak keberatan,” jelasnya.
Gus Ulil menegaskan bahwa seluruh keputusan dalam organisasi harus mengikuti prosedur resmi dan tidak diputuskan secara personal.
“Keputusannya harus jama’i, tidak fardi. Karena kita ini jam’iyah, organisasi, maka segala keputusan harus diambil secara jama’i,” katanya.
“Meskipun kita menghormati otoritas kiai-kiai, kiai sepuh, Rais Aam, mustasyar, dan lainnya, pada akhirnya sebuah keputusan menjadi keputusan organisasi jika diputuskan secara jama’i. Forumnya adalah Munas dan Konbes,” imbuhnya.
Munas-Konbes Direncanakan Akhir Juni
Gus Ulil juga mengungkapkan bahwa dalam pertemuan antara KH Miftachul Akhyar dan Gus Yahya disepakati Munas dan Konbes NU akan digelar paling lambat pada akhir Juni 2026.
“Nah, di forum itu aspirasi Rais Aam bisa disahkan. Kita tidak keberatan muktamar dilaksanakan kapan dan di mana, selama semuanya diputuskan secara jama’i dan kolektif melalui prosedur organisasi,” terangnya.
Terpopuler
1
Ancam Ekosistem Pertembakauan, Lesbumi PBNU Tolak Rancangan Aturan Kemenko PMK dan Kemenkes soal Tembakau
2
Kapten Timnas Iran Kritik FIFA, Sebut Piala Dunia 2026 'Bencana' dan Berjalan Tidak Adil
3
Pemerintah Tetapkan Logo Resmi HUT ke-81 RI, Ini Makna Desain dan Cara Unduhnya
4
DPR Desak Latsarmil Calon Manajer Kopdes Dihapus, Negara Bisa Hemat Lebih dari Rp1 Triliun
5
Hari Bhayangkara Ke-80, Presiden Prabowo Klaim Polri Berkontribusi pada Ketahanan Pangan dan MBG
6
Rais Syuriah PBNU Ingatkan Pengurus PWNU Aceh: Jangan setelah Dilantik Malah Jadi Urusan
Terkini
Lihat Semua