Sekjen Rabithah Alam Islami ke PBNU Tunjukkan NU Makin Diperhitungkan Dunia
NU Online · Jumat, 28 Februari 2020 | 16:14 WIB
“Kekuatan besar global sudah memperhitungkan NU sebagai potensi yang dapat mendorong jalan keluar kemelut dunia Islam hari ini,” katanya mengomentari pertemuan sehari sebelumnya yang juga diikutinya itu, Jumat (28/2).
Menurut dia, hari ini, semua pihak terdorong menyambung hubungan dengan NU. Hal ini tercermin di dunia Arab sendiri untuk semakin malihat alurnya NU.
Menurut kiai yang akrab disapa Gus Yahya ini, belakangan di Timur Tengah sangat terkenal dengan dokumen Abu Dhabi setelah pertemuan Paus dan Grand Syekh Al-Azhar. Isi dokumen tersebut tidak jauh berbeda dengan keputusan Muktamar NU ke-27 di Situbondo, Jawa Timur pada tahun 1984, yakni tentang ukhwah basyariyah.
“KH Ahmad Shiddiq waktu mengemukakan tentang ukhuwah basyariyah sementara saat ini dokumen Abu Dhabi mengusung ukhuwah insaniyah. Apa bedanya, artinya sama, sama-sama persaudaraan antarmanusia,” jelasnya. “Jadi, NU sudah lama mengusulkan istilah itu,” lanjutnya.
Gus Yahya menilai, keputusan NU puluhan tahun lalu, dihitung dunia Islam saat ini yang menemui kebuntuan.
“Makanya kemarin Syekh Al-Issa terang-terangan mengatakan bahwa dia yakin bertahannya Indonesia di tengah kemelut dunia Islam adalah berkat adanya NU,” ungkapnya. “Nah, saya kira, ini berarti pertama, bahwa ikhtiar kita untuk mengartikulasikan wawasan-wawasan NU kepada dunia, sudah didengar dan diperhatikan dan bahkan sekarang membangkitkan harapan dunia terhadap NU. Dunia berharap peran NU,” lanjutnya.
Kedua, terbukanya ruang yang luas sekali untuk kiprah NU ke depan dan itu harus dilakukan sebaik-baiknya.
“Ada dua prinsip peran internasional NU, pertama, NU harus konsisten mengartikulasikan dan memperjuangakan nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian. Jangan sampai mencla-mencle, pokoknya yang dibela NU adalah kemaslahatan seluruh umat manusia dan perdamaian,” katanya.
Yang kedua, NU harus koheren, artinya padu. Semua pengurus NU harus bicara tema itu secara seragam. Kalau berhasil dengan dengan dua hal itu, maka cita-cita para pendiri NU agar organisasi yang didirikannya meminpin perjuangan umat manusia dalam membangun peradaban yang lebih mulia, bisa tercapai.
Pewarta: Abdullah Alawi
Editor: Fathoni Ahmad
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Bolehkah Janda Menikah Tanpa Wali? Ini Penjelasan Ulama Fiqih
4
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
Terkini
Lihat Semua