Nasional

Sepekan Gempa NTT: 83 Meninggal Dunia, 986 Luka-Luka, 110 Ribu Warga Mengungsi, 5.012 Gempa Susulan

NU Online  ·  Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:00 WIB

Sepekan Gempa NTT: 83 Meninggal Dunia, 986 Luka-Luka, 110 Ribu Warga Mengungsi, 5.012 Gempa Susulan

Kerusakan rumah warga di Kelurahan Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Manggarai Timur, NTT akibat gempa M7,7 pada Sabtu (15/8/2026). (Dok BNPB)

Jakarta, NU Online

Seminggu setelah gempa bumi berkekuatan M7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), dampak bencana masih dirasakan warga. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga Sabtu (22/8/2026) pukul 05.00 WIB sebanyak 5.012 gempa susulan dengan magnitudo M1,1 hingga M6,2 sejak gempa utama pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB. Sebanyak 31 gempa susulan memiliki magnitudo di atas lima, sementara 124 kejadian dirasakan masyarakat.

 

Hingga Jumat (21/8/2026) pukul 17.00 WIB, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton SP Panjaitan menjabarkan bahwa 83 orang meninggal dunia.

 

“Bertambah delapan jiwa dengan rincian yang meninggal adalah akibat dampak tidak langsung dari gempa, di Kabupaten Manggarai ada dua, Kabupaten Manggarai Timur ada dua, Kabupaten Nagekeo ada tiga, dan Kabupaten Ngada ada satu,” ujarnya dalam konferensi pers, Jumat (21/8/2026).

 

Berton menyampaikan bahwa warga yang mengalami luka-luka bertambah menjadi 986 orang dan 110.785 jiwa mengungsi

 

“Jumlah yang luka bertambah sebanyak 79 jiwa. Sedangkan yang mengungsi bertambah lagi menjadi 110.785 jiwa atau bertambah 14.914 jiwa. Jumlah pengungsi terbanyak berasal dari Kabupaten Manggarai Timur 31.371 jiwa, Nagekeo 28.104 jiwa, dan Manggarai 25.340 jiwa,” tuturnya.


Kerusakan rumah juga cukup besar. BNPB mencatat 45.006 unit rumah rusak, terdiri atas 17.175 unit rusak berat, 9.818 unit rusak sedang, dan 18.013 unit rusak ringan.


“Kami akan membacakan tiga besar dari rumah rusak berat, di Manggarai Barat ada 3.050 unit, di Manggarai ada 3.148 unit, dan di Ngada ada 1.724 unit,” ujar Berton.


Ia mengatakan bahwa bukan hanya rumah warga yang mengalami kerusakan. Namun, kerusakan juga terjadi pada 502 fasilitas pendidikan, 300 tempat ibadah, 264 fasilitas kesehatan, 339 kantor, satu gudang Bulog, 15 irigasi, 38 fasilitas umum, 68 titik jalan, satu pasar, dan 25 jembatan unit.


Lebih lanjut, Berton menyampaikan kondisi kelistrikan di UP3 Flores bagian timur dan barat telah mencapai hampir 100 persen. Sebanyak 11 Trafo G, 59 penyulang, dan 3.474 gardu distribusi kembali menyala.


“Sedangkan jaringan telepon layanan telekomunikasi di wilayah NTT relatif normal dengan seluruh 735 site Telkomsel telah pulih,” katanya.

 

“Layanan internet kembali normal serta jaringan backbone tetap terlayani menggunakan jalur cadangan,” lanjutnya.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang