Silaturahmi, Ribuan Masyarakat Minta Berkah Mustasyar PBNU
NU Online · Selasa, 21 Juli 2015 | 02:29 WIB
Kudus, NU Online
Memasuki lebaran hari ketiga, Ahad (19/7) siang, ribuan masyarakat mendatangi kediaman Mustasyar PBNU KH M Sya'roni Ahmadi untuk bersilaturrahmi. Sebagaimana tradisi, masyarakat hadir dari berbagai daerah dan berbagai kalangan.
<>
Pihak keluarga Kiai Sya'roni sendiri sejak 2 Syawal atau Sabtu (18/7) sudah membuka untuk masyarakat yang hendak bertamu kepada Mustasyar PBNU itu.
Noor Hayat (56), salah satu tamu mengatakan tujuan yang pertama mendatangi kediaman Kiai Sya'roni adalah untuk silaturahmi. Selain itu, ia ingin mendapatkan doa dan barokah dari Kiai Sya'roni.
"Tujuannya cara hadits, ‘barang siapa yang ingin dipanjangkan umurnya, jembar (luas) rezekinya, maka bersilaturahmilah," kata pria asal Jepara itu.
Ia menganggap penting silaturahmi dengan Kiai Sya'roni Ahmadi sebagai kiai sepuh yang dapat untuk tabarukan atau ngalap barokah (mencari barokah).
"Kita harus hormat kepada kiai sepuh. Kita ini rakyat jelata. Kalau ulama-ulama sama seperti emas, makanya kita harus mencari ilmu darinya. Apalagi Mbah Sya'roni al-'Alim al-'Allamah ahli hadis, fiqih, bahkan Qiro'ah Sab'ah Qur'an tidak sembarang kiai," ujarnya.
Senada dengan Noor Hayat, Kasimin (63) juga sangat mengagumi sosok Kiai Sya'roni. Ia pun memiliki maksud yang sama, ingin mendapat barokah.
"Sosok Kiai Sya'roni adalah sosok yang disepuhkan di kabupaten Kudus. Orang yang dihormati semua kalangan manapun," papar orang asal Tanjungkarang, Kudus itu.
Kasimin berharap Mbah Sya'roni diberi umur panjang agar bisa terus mengajar di Masjid Al-Aqsha yang rutin digelar pada Jum'at Subuh.
Ada pula Hadi Rukenan (21) yang juga berniat silaturahmi. Ia menilai banyak manfaat silaturahmi seperti mempererat persaudaraan, umur panjang, rezeki banyak.
Selain itu Hadi juga ingin mendapatkan barokah doanya. Ditambah berdoa bersama dengan banyak tamu mudah dikabulkan. “Harapannya semoga Kiai Sya'roni dipanjangkan umurnya agar lebih lama lagi manfaat ilmunya bagi anak cucu nanti.” (M Zidni Nafi'/Alhafiz K)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
3
Khutbah Jumat: Sejarah dan Keutamaan Hari Jumat sebagai Sayyidul Ayyam
4
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
5
Khutbah Jumat: Jangan Iri Hati Ketika Orang Lain Lebih Sukses
6
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
Terkini
Lihat Semua