Stunting dan Obesitas Masih Jadi Prioritas Masalah Gizi Indonesia
NU Online · Senin, 28 Februari 2022 | 09:15 WIB
Nuriel Shiami Indiraphasa
Kontributor
Jakarta, NU Online
Ahli Gizi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kraton Pekalongan, Jawa Tengah, Zidna Akmala Dewi menerangkan, stunting dan obesitas adalah permasalahan gizi yang menjadi prioritas pemerintah. Bahkan untuk stunting sendiri, sudah menjadi program prioritas gizi sejak lima tahun yang lalu.
"Di tahun ini, dalam rangka Hari Gizi Nasional (HGN) 2022, pemerintah menggunakan tagline aksi bersama cegah stunting dan obesitas. Karena selain kekurangan gizi, masalah kelebihan gizi juga menjadi masalah yang saat ini banyak terjadi di masyarkat Indonesia," terangnya saat dihubungi NU Online, Senin (28/2/2022).
Meskipun masih ada beberapa "PR" bagi para tenaga kesehatan mengenai masalah gizi, Zidna menilai berkat pesatnya perkembangan teknologi, masyarakat Indonesia hari ini sudah lebih melek akan pentingnya memerhatikan asupan gizi.
"Pemahaman gizi di Indonesia saat ini sudah cukup berkembang ke arah yang lebih baik ya, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," ujar Zidna.
Melalui media sosial, sambungnya, warga Indonesia dapat mengakses informasi seputar gizi dengan mudah. Hal tersebut dinilai memudahkan tugas ahli gizi atau dokter gizi untuk meningkatkan pemahaman dan membagi ilmu serta update mengenai masalah gizi yang saat ini berkembang.
"Diharapkan dengan banyaknya informasi yang saat ini mudah didapatkan agar bisa menambah wawasan para masyarakat mengenai pentingnya memperhatikan asupan yang dimakan setiap hari," katanya.
Zidna menutur, kesadaran masyarakat Indonesia mengenai pentingnya konsumsi makan sehat dan berimbang perlu menjadi kebiasaan masyarakat.
"Jangan menunggu sakit untuk bisa makan sehat. Selain itu, bacalah artikel-artikel dan sumber-sumber yang dipercaya dari ahlinya," tukas alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu.
Panduan gizi harian
Zidna menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan gizi harian, idealnya masyarakat harus mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral.
Hal itu bisa merujuk pada panduan yang lebih sederhana dan mudah dipahami yaitu "Piring Makanku".
"Isi "Piring Makanku" di antaranya makanan pokok, lauk pauk, sayur dan buah yang disesuaikan dengan porsinya masing-masing," terangnya.
Dalam sekali makan, lanjutnya, jumlah porsi sayuran dan buah harus sebanding dengan porsi nasi ditambah lauk-pauk. Sebagian piring berisi 1/3 porsi lauk pauk dan 2/3 porsi makanan pokok. Sebagiannya lagi 1/3 porsi buah dan 2/3 porsi sayur.
"Artinya, porsi sayur dan buah lebih diperbanyak. Serta optimalkan minum air putih rata-rata 8 gelas perhari untuk dewasa. Kurangi penggunaan minyak, gula dan garam," pungkasnya.
Kontributor: Nuriel Shiami Indiraphasa
Editor: Syamsul Arifin
Terpopuler
1
Para Kiai Sepuh ‘Turun Gunung’ Jelang Muktamar 1984
2
LF PBNU Sebut Suara Dentuman Semalam Berasal dari Meteor Jatuh
3
Ketum PBNU Sebut Tambakberas Jalan Tengah Terbaik untuk Muktamar Ke-35 NU
4
Rabu-Kamis Matahari di Atas Ka'bah Tepat, Saatnya Pastikan Arah Kiblat secara Akurat
5
Kajian Hadits: Bolehkah Orang Fasik Melakukan Amar Makruf–Nahi Mungkar?
6
Meteor Besar Lintasi Langit Jawa, BRIN Jelaskan Asal Dentuman yang Terdengar
Terkini
Lihat Semua