Nasional

Sutan Takdir Alisjahbana Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

NU Online  ·  Rabu, 1 Juli 2026 | 07:00 WIB

Sutan Takdir Alisjahbana Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Tangkapan layar Menteri Kebudaayaan Fadli Zon Fadli Zon saat hadiri Seminar Nasional Usulan Gelar Pahlawan STA di Universitas Nasional, Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Jakarta, NU Online

Sastrawan, pemikir kebudayaan, sekaligus pelopor bahasa Indonesia modern, Sutan Takdir Alisjahbana (STA) diusulkan menerima gelar Pahlawan Nasional.

 

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai STA merupakan tokoh visioner yang meletakkan fondasi penting bagi pembangunan Indonesia modern melalui sejarah, kebudayaan, dan bahasa. Karena itu, ia mendukung penuh pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada STA atas jasa dan pengabdiannya dalam membentuk identitas bangsa.


"Saya mendukung usulan agar Sutan Takdir Alisjahbana dianugerahi gelar Pahlawan Nasional atas jasa dan pengabdiannya yang luar biasa bagi pembentukan Indonesia modern," kata Fadli saat menghadiri Seminar Nasional Usulan Gelar Pahlawan STA di Universitas Nasional, Jakarta, Selasa (30/6/2026).

 

Menurut Fadli, STA memberikan sumbangsih besar dalam membentuk identitas bangsa melalui tiga pilar utama, yakni sejarah, kebudayaan, dan bahasa.

 

"Tanpa sejarah sebuah bangsa kehilangan arah. Tanpa budaya bangsa kehilangan jati diri. Dan tanpa bahasa bangsa kehilangan kemampuan membangun masa depan bersama," ujarnya.


Ia juga menilai pemikiran STA tetap relevan di tengah perubahan global dan pesatnya perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial (AI). Menurutnya, kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan penguatan karakter dan identitas bangsa.

 

"Modernitas memberikan daya saing, sementara kebudayaan memberi arah dan identitas. Keduanya tidak untuk dipertentangkan, tetapi harus saling menguatkan," katanya.

 

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan usulan yang diajukan Universitas Nasional tersebut saat ini tengah diproses di Kementerian Sosial sebelum diteruskan kepada Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

 

"Ini kan lagi diproses. Nanti akan diteruskan prosesnya. Kami akan mengawal sampai ke Dewan Gelar Kementerian Kebudayaan yang dipimpin Pak Fadli Zon," ujar Saifullah.

 

Ia mengatakan pihaknya belum dapat memaparkan jumlah keseluruhan usulan calon Pahlawan Nasional tahun ini karena Kementerian Sosial belum menggelar rapat pleno. Namun, ia memastikan nama STA menjadi salah satu tokoh yang diprioritaskan untuk diproses.

 

Menurutnya, negara perlu memberikan penghormatan kepada tokoh-tokoh bangsa yang selama ini mungkin belum banyak mendapat perhatian.

 

"Esensi kepahlawanan STA sangat besar karena meski tidak ikut bertempur secara fisik di medan perang, almarhum berjasa besar dalam merintis dunia pendidikan serta mendorong standardisasi bahasa Indonesia modern," tuturnya.

 

UNAS Kebut Berkas Usulan Gelar Pahlawan 
Dekan Fakultas Sastra dan Bahasa (FBS) Universitas Nasional (UNAS), Nana Yuliana, mengatakan seluruh dokumen pendukung usulan Sutan Takdir Alisjahbana (STA) sebagai Pahlawan Nasional akan diserahkan kepada pemerintah paling lambat pada 2 Juli 2026.


Ia menegaskan, STA merupakan salah satu tokoh yang memiliki peran besar dalam memodernisasi bahasa Indonesia hingga menjadi bahasa pemersatu bangsa.

 

"STA-lah yang pertama kali menyusun tata bahasa Indonesia pada masa pendudukan Jepang," ujarnya.


Nana menilai pemikiran STA tetap relevan di tengah perkembangan zaman dan persaingan global. Gagasan-gagasannya dinilai dapat menjadi pijakan dalam memperkuat arah pembangunan kebudayaan menuju Indonesia Emas 2045.


"Di tengah kondisi konflik dunia saat ini, pemikiran STA tentang polemik kebudayaan masih sangat relevan untuk menjadi bahan diskusi dalam menjawab krisis kebudayaan global sekaligus mendorong perdamaian dunia melalui dialog yang inklusif," pungkasnya.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang