Tiga Komitmen Penting Lembaga Persahabatan Ormas Keagamaan
NU Online · Sabtu, 11 Januari 2020 | 10:15 WIB
KH Said Aqil Siroj bersama perwakilan Ormas Keagamaan saat dikukuhkan menjadi Ketua Umum dan Pengurus Lembaga Persahabatan Ormas Keagamaan (LPOK) periode 2020-2023 di Gedung PGI, Salemba, Jakarta Pusat, Sabtu (11/1) siang. (Foto: NU Online/Rahman Ahdori)
Abdul Rahman Ahdori
Kontributor
Ada tiga poin penting yang disampaikan Ketua Umum LPOK, KH Said Aqil Siroj, saat mengukuhkan para pengurus LPOK.
Pertama, LPOK berjuang sekuat tenaga untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Kedua, membangun budaya, martabat, kepribadian, jati diri, warga bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar, bangsa yang dihormati oleh seluruh dunia.
Ketiga, LPOK juga akan selalu bersilaturahim, berkumpul dalam satu wadah dengan penuh perbedaan masing-masing dengan semua toleransi, moderat, saling menghormati, Bhinneka Tunggal Ika.
Kiai Said menegaskan kerukunan antarumat beragama menjadi sesuatu yang akan terus diperjuangkan LPOK dalam setiap visi dan misi yang dijalankan. Selain itu, LPOK hadir untuk menjadikan Indonesia yang bermartabat.
“Hari ini tanggal 11 Januari 2020 barangkali pertama kali ada organisasi besar persaudaraan antar Ormas Islam 14 dengan organisasi diluar Islam PGI, KWI Hindu Budha Konghucu dalam rangka memperkuat budaya Indonesia yaitu kesatuan persatuan,” kata Kiai Said.
Ia menambahkan, bukan hanya nilai-nilai persatuan dan kesatuan yang akan menjadi fokus LPOK tetapi solidaritas antarbangsa, toleransi, saling tolong-menolong, kekuatan bergandengan tangan, dan kekuatan gotong-royong yang akan terus diwujudkan dalam bentuk visi dan misi organisasi.
Pewarta: Abdul Rahman Ahdori
Terpopuler
1
PBNU Terima Kasih kepada Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
2
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Gubernur BI Siapkan Dua Langkah Penguatan
3
Imbas Rupiah Melemah, Menkeu Sebut Pedagang Tahu dan Tempe Mulai Tertekan
4
Kasus Suap Izin Tinggal WNA, Citra Indonesia Tercoreng di Mata Dunia
5
NU Abad Kedua: Masihkah Kita Berani Berpikir Melampaui Diri Sendiri?
6
Kiai Azaim Harap Kekerasan di Pesantren Masuk Materi Munas-Konbes hingga Muktamar ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua