Tim Ekspedisi Islam Nusantara Tabarrukan ke Pendiri NU di Jombang
NU Online · Selasa, 19 April 2016 | 14:03 WIB
Tim Ekspedisi Islam Nusantara berada di Jombang sejak Senin (18/4). Mereka memulai kegiatannya dengan berziarah di makam Sayyid Sulaiman Mojoagung dan mengambil dokumen-dokumen terkait Islam Nusantara di tempat terkait. Tim ini ditemui beberapa panitia pendukung dari PCNU, MWCNU, setempat, dan beberapa pihak lain.
Tim ini bergerak ke area makam KH Hasyim Asy'ari Tebuireng, Jombang. Di sana mereka disambut meriah oleh beberapa tokoh Tebuireng dan melakukan acara seremonial, berupa penyambutan dari pihak pesantren dan penyampaian maksud dan tujuan tim ekspedisi ke Tebuireng di aula gedung Yusuf Hasyim lantai III.
Wasekjen PBNU Imam Pituduh mengatakan, kedatangannya ke Tebuireng selain untuk pengambilan dokumen penting Islam Nusantara yang berada di Tebuireng, juga ingin tabarrukan ke makam KH Hasyim Asy'ari. "Kedatangan kami ke Tebuireng ingin tabarrukan," katanya saat memberikan sambutannya.
Menurutnya, sebagai warga nahdliyin secara umum berhukuman wajib tabarrukan dengan cara berziarah ke makam pendiri NU ini. "Tidak sah ke-NU-annya selaku kaum nahdlyin jika belum sampai dan tabarrukan ke makam KH Hasyim Asy'ari," ujarnya.
Perjuangan Mbah Hasyim untuk membesarkan NU dan mendirikan pesantren sebagai wadah regenerasi ulama demikian gigih. Bahkan dalam memperjuangkan Indonesia dari penjajah.
"Karena tinggalan Mbah Hasyim tidak hanya Nahdlatul Ulama, namun ada tiga. Selain NU, Pesantren Tebuireng ini dan juga Indonesia," tuturnya.
Dengan demikian, warga NU hendaknya juga terus bersilaturahmi secara keilmuan dan dari aspek spiritualnya. Agar dalam perkembangannya, NU terus selaras dengan cita-cita luhur dan kehendak KH Hasyim.
"Maksud yang lain, selain bersilaturahmi adalah silatulilmi dengan Tebuireng, dan silaturruh dengan Mbah Hasyim Asy'ari," imbuhnya. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)
Terpopuler
1
LF PBNU Umumkan 1 Dzulqadah 1447 H Jatuh pada Ahad 19 April
2
17 Kader NU Diwisuda di Al-Ahgaff, Ketua PCINU Yaman Torehkan Terobosan Filologi
3
Mengapa Tidur setelah Subuh Sangat Berbahaya bagi Tubuh?
4
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulqa’dah 1447 H, Berpotensi Jatuh pada 19 April
5
Cara Penguburan Ikan Sapu-Sapu oleh Pemprov DKI Dapat Kritik dari MUI
6
Benarkah Pendiri PMII Hanya 13 orang?
Terkini
Lihat Semua