Jakarta, NU Online
Sikap keagamaan Nahdlatul Ulama (NU) yang toleran, tidak berdiri sendiri. Ada faktor-faktor pendukung di belakangnya.<>
Menurut Wakil Menteri Agama (Wamenag) Nasarudin Umar, ada dua faktor kenapa NU memiliki pandangan keagamaan yang toleran.
āPertama adalah faktor geografis. Indonesia adalah negara kepulauan. Karakter negara kepulauan adalah moderat dan egaliter,ā katanya.
Hal itu dikatakan Nasarudin Umar saat mejadi narasumber peluncuran dan bedah buku Wajah Toleransi NU; Sikap NU terhadap Kebijakan Pemerintah atas Umat Islam, karya Ā Gustiana Isya Marjani, di gedung Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jakarta, Jumat (14/12).
Nasarudin Umar yang juga salah seorang Musytasayar PBNU ini kemudian menjelaskan perbedaan negara kepulauan dengan negara daratan yang sangat jenjang dalam stratifikasi sosial.
āDia Arab misalnya, ada sekitar 12 tingkatan Ā masyarakat,ā ujarnya.
Di sisi lain, wilayah daratan kurang toleran kepada 'yang lain'. āSemakin kepulauan sebuah negara, semakin toleran. Semakin daratan, semakin, tidak toleran,ā katanya.
āKedua, Islam yang masuk ke Indonesia adalah suni. Suninya juga suni yang tasawuf.ā
Dalam bedah buku tersebut juga meuncul penjelasan, bahwa di pesantren-pesantren NU diajarkan perbedaan mazhab sehingga menambah tolerannya NU terhadap kalangan lain.
Bedah dan peluncuran buku yang dimoderatori Masduki Baidlawi tersebut menghadirkan narasumber lain yaitu Azyumardi Azra. Sementara Ketua MK, Mahfud MD, memberikan pengantar. Ia mengikuti acara hingga usai.
Redaktur: A. Khoirul Anam
Penulis Ā : Abdullah Alawi
Terpopuler
1
Habib Umar bin Hafidz Kunjungi PBNU, Ada Tiga Agenda di Dalamnya
2
Bolehkah Suami Menggunakan Tabungan Istri untuk Membayar Utang?
3
Khutbah Jumat: Hak atas Udara Bersih untuk Menjaga Kesehatan Pernapasan
4
BNPB Sebut 639 Hektare Lahan Masih Terbakar di Enam Provinsi
5
Kemenhaj Imbau Jamaah Umrah Indonesia Waspada, Pastikan Kesiapan Perjalanan
6
Profil KH Afifuddin Muhajir, Wakil Rais Aam PBNU Ahli Ushul Fiqih
Terkini
Lihat Semua