Warga NU Biasa Bergotong-royong
NU Online · Rabu, 12 September 2012 | 02:12 WIB
Jakarta, NU Online
Warga NU di berbagai daerah masih terbiasa bergotong-royong dan menyumbang. Terutama hasil bumi dan bahan makanan. Hal itu tampak pada Munas Alim Ulama dan Konbes NU yang akan digelar 14-19 September mendatang.<>
Munas-Konbes yang akan berlangsung di Pesantren Kempek, Cirebon Jawa Barat tersebut melibatkan warga NU di wilayah III Jawa Barat, yaitu Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan. Mereka turut menyumbang bahan makanan.
Menurut budayawan Agus Sunyoto, apa yang dilakukan warga tersebut merupakan hal yang lazim dalam tradisi NU. “Memang di di NU itu begitu. Kalau dalam bentuk uang mereka agak susah, tapi harta benda, terutama makanan, sangat mudah,” katanya dihubungi NU Online, Senin (10/9) lalu.
“Kalau dimintai sumbangan,” sambung Wakil Ketua Lesbumi NU ini. “Dalam bentuk uang, misalnya untuk masjid atau pesantren, paling sepuluh ribu. Tapi kalau diadakan tahlil akbar misalnya, mereka berebutan, “Saya tumpeng satu!” padahal kalau diuangkan, tumpeng satu itu lebih dari sepuluh ribu,” jelasnya.
Lebih jauh, penulis buku Atlas Walisongo ini menjelaskan, bahwa itu merupakan budaya gotong-royong khas Nusantara. Dan NU sebagai organisasi muslim yang berkepribadian Indonesia, memelihara budaya itu.
Seperti diwartakan, warga NU menyumbangkan beragam hasil bumi dan ternak, sayur-mayur serta lauk-pauk, secara suka rela kepada panitia untuk bahan makanan selama Munas dan Konbes 2012.
Redaktur: A. Khoirul Anam
Penulis : Abdullah Alawi
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Meneladani Hidup Rasulullah di Masa Ekonomi Sulit
2
Khutbah Jumat: Sebelum Memilih dan Memutuskan, Bertanyalah kepada Allah melalui Istikharah
3
Bahlil Janji BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026, Pertamax Malah Melonjak Jadi Rp16.250 per Liter
4
Gus Ipul: Pembukaan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan Masih Sebatas Usulan
5
Menjaga Marwah Pemilihan Pengurus NU: Catatan dari Sowan kepada KH Afifuddin Muhajir
6
Pendaftaran Seleksi Beasiswa Al-Azhar Mesir Melalui Akun Pesantren, Berikut Panduannya
Terkini
Lihat Semua