Yahya Ma’shum: Relawan Desa NU Tak Terkait Program Pemerintah
NU Online · Rabu, 15 April 2015 | 08:00 WIB
Batam, NU Online
Ketua Pengurus Pusat Lakpesdam NU yang juga ketua tim kerja yang dibentuk oleh PBNU untuk pemberdayaan masyarakat desa Yahya Ma’shum menegaskan, relawan desa yang sedang dikoordinir oleh NU tidak terkait dengan program pendampingan desa yang dlakukan oleh pemerintah.<>
“Informasi yang salah perlu diluruskan. Relawan desa ini sama sekali tidak ada hubungan dengan program pemerintah,” katanya dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lakpesdam di Aswama Haji Kota Batam, Rabu (15/4).
“Kami berharap pengurus Lakpesdam dari berbagai daerah yang hadir memperluas informasi agar jangan sampai seakan-akan tim relawan ini disiapkan untuk melaksanakan program pendampingan yang dilakukan pemerintah,” tambahnya.
Ia mengatakan, Surat Edaran PBNU tertanggal 25 Februari 2015 kepadaPCNU seluruh Indonesia agar membentuk tim relawan desa di setiap pengurus ranting NU dimaksudkan sebagai upaya NU dalam berpastisipasi mengawal UU desa. Relawan NU akan bekerjanya secara voluntary, tidak mengelola dana dan gaji.
Salah satu materi Rakernas V Lakpesdam itu juga membahas program pemberdayaan masyarakat desa. Selain mengawal implementasi UU Desa, program ini dimaksudkan untuk mewujudkan komitmen Lakpesdam NU dalam memperkuat ranting NU di tingkat desa sebagai pusat gerakan NU.
“Kita juga memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tinginya kepada PC dan PW lakpesdam yang berhasil menyeleggarakan pelatihan kader penggerak ranting,” kata Yahya.
Ketua PBNU yang juga bagia dari tim untuk pemberdayaan masyarakat desa dalam Rakernas itu juga menegaskan bahwa surat edaran PBNU untuk pembentukan relawan desa di tiap ranting NU tidak berhubungan dengan program pemerintah. “Kita hanya ingin memastikan bahwa masyarakat mendapatkan pelayanan dari UU Desa,” katanya. (Anam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
3
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
4
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
5
Jamaah Haji Aceh Terima Uang Baitul Asyi Rp9,2 Juta, Wujud Warisan Ulama yang Terus Hidup
6
Kunuzur Rohman Karya Katib Syuriyah PBNU Gus Awis Menyingkap Pesan Al-Qur’an untuk Kehidupan Modern
Terkini
Lihat Semua