KH Mujib Qulyubi Kenang Sulton Fatoni: Produktif dalam Menulis
NU Online Ā· Kamis, 8 Agustus 2019 | 16:09 WIB
Kiai Mujib mengenang Sulton sebagai sosok yang komplit. Menurutnya, Sulton selalu semangat, enerjik, produktif dalam menulis, tegas, tegar dalam menghadapi ujian, pencinta ilmu, dan pencinta ulama.
āItu kesan saya yang mendalam dan sekaligus kesaksian saya selama bergaul selama ini, baik di PBNU atau di Unusia Jakarta,ā kata Kiai Mujib kepada NU Online, Kamis (8/8).
Ia misalnya mengemukakan satu contoh, yakni dalam hal ketegarannya. Sulton, katanya, sekalipun telah lama mengidap penyakit tumor dengan kondisi stadium 4, tapi sebagai sahabat, ia tidak pernah mendengarnya mengeluh.
āTidak pernah satu kata pun, saya mendengarnya mengeluh. Perhatian, pikiran, dan tindakannya masih saja tertuju pada pengembangan kampus Unusia dan NU. Mulai dari tentang pembangunan fisik, intelektualitas, hingga dan jaringan kampus,ā ucapnya.
Menurutnya, Sulton tipe orang yang senang berdiskusi, tapi jauh lebih senang eksekusi; Sulton senang dikunjungi, tapi lebih senang mengunjungi. Usia Sulton muda, tapi cara berpikirnya dewasa; Sulton suka bercanda, tapi sering membaca dan menulis; Sulton gemar berpikir, tapi juga sering hadir di majlis dzikir.
āKita ngumpul dirumahnya. Kadang saling tukar pikiran dan kadang manaqiban. Pak atau Mas atau Cak Sulton Fatoni, umurnya tidak terlalu panjang, tapi jasa dan amalnya akan terus memanjang. Pengaruh dan warisan amal perbuatanya akan selalu menjadi penyejuk dan pendingin dalam alam barzahnya,ā terangnya.
Ia berharap, segala amal Sulton selama hidupnya dapat menjadi pengaruh dan warisan bagi penerusnya. Hal itu sebagaimana yang difirmankan Allah dalam Surat Yasin ayat 12:
Ų§ŁŲ§ŁŲŁ ŁŲŁ Ų§ŁŁ ŁŲŖŁ ŁŁŁŲŖŲØ Ł Ų§ ŁŲÆŁ ŁŲ§ Ł Ų§Ų«Ų§Ų±ŁŁ : Sungguh, Kamilah yang menghidupkan orang-orang yang mati, dan Kamilah yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan jejak-jejak yang mereka tinggalkan.
āSelagi buku-buku Cak Sulton masih dibaca orang, selagi LAZISNU masih eksis, selagi Unusia Jakarta masih menjadi tempat belajar, selagi gagasan-gagasan baiknya masih dilaksanakan orang, maka selama itu pula akan mendapatkan ŁŲ§Ų«Ų§Ų±ŁŁ (pengaruh atau jejak yang ditinggalkan),ā jelasnya. (Husni Sahal/Fathoni)
Terpopuler
1
Diskusi Kabla Muktamar Ke-35 di Unusia: Pengendali NU Kian Anonim, Perlu Menjaga Jarak dari Intervensi Negara
2
Akui Dapat Banyak Kritik, Presiden Prabowo Heran MBG Disebut Pemborosan
3
Pendukung Spanyol Kibarkan Bendera Palestina Sepanjang Turnamen Piala Dunia 2026
4
Gempa 7,3 Magnitudo Guncang Meksiko, Tidak Ada Korban Maupun Kerusakan Langsung
5
Fachry Ali Ulas Muktamar Cipasung 1994 Jadi Perlawanan NU terhadap Intervensi Pemerintah
6
Andy Burnham Resmi Dilantik Jadi Perdana Menteri Inggris, Gantikan Keir Starmer
Terkini
Lihat Semua