Katib NU Yogyakarta KH Mukhtar Salim Tutup Usia, Jejak Pengabdian dalam Kaderisasi Terus Dikenang
NU Online Ā· Jumat, 22 Mei 2026 | 06:00 WIB
Pemberangkatan jenazah KH. Muhktar Salim di rumah duka, Kweni, Panggungharjo Sewon Bantul, Kamis (21/5/2026). (Foto: GP Ansor Sewon)
Markaban Anwar
Kontributor
Yogyakarta, NU Online
Keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) Daerah Istimewa YogyakartaĀ (DIY)Ā tengah berduka atas wafatnya salah satu tokoh kaderisasi NU, KH Mukhtar Salim. Katib Syuriyah PWNU DIY tersebut meninggal dunia pada Rabu (20/5/2026) pukul 16.07 WIB di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta dalam usia 53 tahun.
Kabar wafatnya KH Mukhtar Salim mengejutkan banyak pihak, khususnya keluarga besar Nahdlatul Ulama di Yogyakarta. Almarhum dikenal sebagai sosok ulama kaderisasi yang aktif membina dan menguatkan gerakan kader NU di berbagai daerah. Dedikasinya dalam dunia pengkaderan menjadikan beliau sebagai salah satu tokoh penting dalam pengembangan kader Nahdlatul Ulama di DIY.
Baca Juga
Ulama Wafat, Ikan dan Burung pun Berduka
Sebelum wafat, KH Mukhtar Salim sempat menjalani perawatan intensif di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta selama 11 hari. Ia dirawat sejak Sabtu (09/06/2026), setelah menghadiri pertemuan Syuriah PWNU se-Jawa di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, JawaĀ TimurĀ pada Kamis (7/5/2026). Pada awal masa perawatan, almarhum sempat tidak sadarkan diri. Setelah mendapatkan penanganan intensif dari tim medis, kondisinya sempat membaik dan kembali sadar. Namun, Allah swtĀ berkehendak lain.
Jenazah almarhum dimakamkan di Makam Sorowajan, Panggungharjo, Sewon, Bantul, pada Kamis (21/5/2026). Prosesi pemberangkatan dilaksanakan dari rumah duka di Kweni RT 004 Panggungharjo Sewon Bantul pukul 10.00 WIB dengan dihadiri keluarga, sahabat, dan Nahdliyin.
Ā
Di lingkungan Nahdlatul Ulama, KH Mukhtar Salim dikenal luas sebagai narasumber sekaligus instruktur utama dalam berbagai pelatihan kaderisasi, khususnya Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU). Ia aktif membangun tradisi kaderisasi di lingkungan PWNU DIY maupun di berbagai kampus dan lembaga NU.
Wakil Katib Syuriyah PWNU DIY, KH Ahmad Bahiej, mengenang almarhum sebagai sosok yang tetap aktif mengabdi hingga menjelang akhir hayatnya. Bahkan beberapa hari sebelum dirawat di rumah sakit, KH Mukhtar masih menjadi instruktur dalam kegiatan Pendidikan Dasar PKPNU yang diselenggarakan PCNU Kulon Progo di Galur pada 1 Mei 2026.
Dalam grup WhatsApp NU Bantul pada Rabu (20/5/2026), Mahmudin,Ā Ketua LAZISNUĀ Bantul periode 2019ā2024, turut menyampaikan kesaksiannya tentang sosok KH Mukhtar Salim. Menurutnya, program PKPNU yang selama ini dipimpin almarhum berhasil melahirkan kader-kader militan yang kemudian berkontribusi besar dalam berbagai gerakan sosial NU, termasuk pengembangan program Koin NU.
āDalam perkembangannya, gerakan itu ikut melahirkan pengadaan 85 ambulans NU DIY. Selama sekitar 10 tahun terakhir, Kiai Mukhtar memimpin pengkaderan PKPNU tanpa lelah. Semoga semuanya menjadi amal jariyah beliau,ā ungkap Mahmudin.
Ucapan belasungkawa terus mengalir dari jajaran PWNU DIY, PCNU se-DIY, kalangan Nahdliyin, hingga masyarakat luas. Kepergian KH Mukhtar Salim tidak hanya meninggalkan duka mendalam, tetapi juga jejak pengabdian besar dalam dunia kaderisasi Nahdlatul Ulama di Yogyakarta.
Bagi banyak kader NU, KH Mukhtar Salim bukan sekadar pengurus organisasi, melainkan guru kaderisasi yang konsisten menanamkan nilai pengabdian, militansi, dan semangat khidmah kepada umat. Warisan perjuangan dan dedikasinya akan terus hidup melalui kader-kader yang pernah dibina dan dibimbingnya selama bertahun-tahun.
Terpopuler
1
Syuriyah PBNU Harapkan Muktamar Ke-35 Digelar di Pesantren dengan Dua Kriteria
2
Menhan Sebut Seluruh Kabupaten di Jawa Akan Dikawal Batalyon Teritorial pada 2026
3
Prabowo Ungkap Alasan Gaji Guru dan ASN Masih Kecil: Kekayaan RI Banyak Lari ke Luar Negeri
4
Khutbah Idul Adha 2026: Menguatkan Solidaritas Melalui Semangat Berbagi
5
Khutbah Jumat: Menumbuhkan Empati dan Solidaritas Sosial Melalui KurbanĀ
6
Tiga Jurnalis Indonesia Bersama Aktivis Ditangkap Israel, Dewan Pers Minta Pemerintah Bertindak
Terkini
Lihat Semua