Mengenang KH Abbas Muin, Sahabat Gus Dur Peduli Orang Lemah
NU Online Ā· Jumat, 3 Juni 2022 | 10:30 WIB
Aru Lego Triono
Penulis
Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar agenda tahlil dan doa bersama untuk kedua tokoh yakni Buya Syafii Maarif dan KH Abbas Muin di Masjid An-Nahdlah PBNU, Jalan Kramat Raya 164 Jakarta, pada Kamis (2/6/2022) malam.Ā
Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) PBNU H Ulil Abshar Abdalla menyebut, Kiai Abbas Muin merupakan sosok sahabat dari KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang peduli terhadap nasih orang-orang lemah dan terpinggirkan.Ā
āKiai Abbas Muin adalah seorang kiai santri yang punya komitmen sangat mendalam dan kuat untuk membela orang-orang lemah. Salah satu ciri khas dari sahabat Gus Dur adalah orang yang memiliki kepedulian kepada orang-orang lemah dan terpinggirkan. Beliau sahabat dekat Gus Dur yang pernah kuliah bareng di Baghdad,ā ungkap Gus Ulil.Ā
Selain itu, ia menyebut bahwa Kiai Abbas Muin merupakan sosok yang memiliki jejak sejarah panjang bagi aktivis muda NU tahun 1990-an yang pernah terjun di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
Kiai Abbas Muin menjadi pengurus Bina Desa yakni lembaga non-pemerintah yang bergerak di bidang pengembangan SDM pedesaan. Lembaga ini didirikan pada 1975 di Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.
āTokoh-tokoh Lakpesdam adalah tokoh-tokoh LSM. Karena memang ketika Gus Dur menggagas Lakpesdam itu memang anak-anak muda NU yang progresif adalah mereka yang bekerja di LSM. Jadi, aktivis-aktivis yang bekerja di LSM itulah yang ada saat berdirinya Lakpesdam dan berada di sekeliling Gus Dur,ā ungkap Gus Ulil.
Menurutnya, NU sempat lama vakum pada periode sebelum kepemimpinan Gus Dur. Lalu cucu dari Hadratussyekh KH Hasyim Asyāari itu menghidupkan kembali NU dengan Lakpesdam sebagai ujung tombaknya.Ā
Gus Ulil menyebut beberapa nama yang menjadi tokoh dari Lakpesdam dan berada di sekeliling Gus Dur. Di antaranya Kiai Abbas Muin, Abdullah Syarwani, Nasihin Hasan, dan Masdar Farid Masāudi. Mereka memiliki peran penting di dalam sejarah NU kembali ke khittah 1926.Ā
Peran spesial Kiai Abbas MuinĀ
Kiai Abbas Muin memiliki peran spesial dalam perjalanan Gus Ulil merintis pengajian virtual Ihya Ulumuddin. Ngaji Ihya secara virtual dilakukan Gus Ulil melalui siaran langsung di facebook bersama sang istri, Ienas Tsuroiya atau Mbak Admin, yang berada di balik layar.
Selang beberapa waktu, Gus Ulil menjelaskan, ada permintaan dari santri online untuk mengadakan Ngaji Ihya dengan konsep kopi darat (kopdar) atau pertemuan secara langsung menemui jamaah. Kopdar Ngaji Ihya pertama kali diadakan di rumah Kiai Abbas Muin di Purwokerto, Jawa Tengah, pada September 2017 silam.Ā
āIni ngaji Ihya pertama, setelah sekian lama saya mengaji secara online. Beliau punya sejarah spesial dalam ngaji Ihya. Ketika itu Kopdar Ihya diadakan di Joglo yang sering dipakai untuk kegiatan rapat-rapat pemberdayaan masyarakat. Saya punya kenangan khusus terkait Ngaji Ihya,ā ungkap Gus Ulil yang kini mendapat sapaan akrab sebagai Lurah Pondok.
Disebutkan, Kiai Abbas Muin pernah menjadi ketua Lakpesdam PBNU pada 1989-1994 era kepemimpinan Gus Dur setelah Muktamar NU di Krapyak, Yogyakarta. Selain itu, Kiai Abbas pernah menjabat sebagai salah satu ketua PBNU pada era KH Hasyim Muzadi.Ā
Lebih jauh, Kiai Abbas juga pernah menempati posisi wakil ketua Lakpesdam PBNU pada periode pertama ketika lembaga ini baru didirikan pada 1985, usai Muktamar NU di Situbondo, Jawa Timur. Ketika itu, Lakpesdam PBNU dipimpin oleh H Abdullah Syarwani.Ā
Pewarta: Aru Lego Triono
Editor: Fathoni Ahmad
Terpopuler
1
Syuriyah PBNU Harapkan Muktamar Ke-35 Digelar di Pesantren dengan Dua Kriteria
2
Khutbah Idul Adha 2026: Menguatkan Solidaritas Melalui Semangat Berbagi
3
Khutbah Jumat: Menumbuhkan Empati dan Solidaritas Sosial Melalui KurbanĀ
4
Rapat Pleno PBNU: Munas dan Konbes Digelar 20-21 Juni 2026, Lokasi Diputuskan Menyusul
5
Khutbah Idul Adha 2026: Gotong Royong dalam Pengelolaan Kurban
6
Khutbah Jumat: Meraih Pertolongan Allah dengan Membantu Sesama
Terkini
Lihat Semua