Bantuan Operasional Pesantren Dihapus dalam RAPBN 2021, FPKB Prihatin
NU Online · Senin, 21 September 2020 | 06:31 WIB
Muhammad Syakir NF
Penulis
Jakarta, NU Online
Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Pesantren dihapus pada RAPBN 2021. Hal demikian membuat Anggota Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Fraksi PKB, Ratna Juwita Sari prihatin.
Padahal di tahun ini, kata Ratna, anggaran tersebut masuk dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Apalagi obat dan vaksin Covid-19 belum ditemukan sampai saat ini.
"Jadi, asumsi kami pandemi ini masih tetap berlanjut di 2021. Kalau pemerintah tidak bisa ambil bagian untuk bisa hadir di Pesantren dan memberikan bantuan tersebut, 18 juta santri dan para kiai harus berjuang sendirian menghadapi pandemi ini," kata Ratna dalam Rapat Panitia Kerja Banggar DPR RI membahas belanja pemerintah pusat di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9), sebagaimana dilansir Situsweb resmi DPR RI.
Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu berpesan agar anggaran Kementerian dan Lembaga digunakan pada program yang jelas manfaatnya untuk masyarakat. Apalagi, Indonesia saat ini tengah berjuang untuk keluar dari krisis masa pandemi.
"Kami titip benar anggaran yang kita peroleh sebagian besar dari utang ini, agar bisa dimaksimalkan penggunaannya termasuk di Kementerian Lembaga, bagaimana proporsi belanja operasional dan belanja publik bisa benar-benar memiliki output, outcome, dan result base punya indikator yang jelas," ujarnya.
Ratna mengingatkan agar jangan sampai belanja pemerintah lebih banyak proporsinya pada belanja publik.
"Jangan sampai belanja publik ternyata setelah kita breakdown banyak sekali kepentingan-kepentingan dari Kementerian Lembaga di dalamnya, ini yang akan sangat kami sesalkan," pungkasnya.
Ratna menyatakan harapannya agar program-program yang sudah dipersiapkan dapat terasa manfaatnya hingga pelosok daerah.
"Karena hingga kini banyak daerah yang harus di-refocussing dan direalokasi anggarannya sehingga mereka tidak bisa menjalankan program yang sudah direncanakan dengan maksimal," pungkas Anggota Komisi VII DPR RI itu.
Pewarta: Syakir NF
Editor: Fathoni Ahmad
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Bolehkah Janda Menikah Tanpa Wali? Ini Penjelasan Ulama Fiqih
4
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
Terkini
Lihat Semua