Jelang Libur Akhir Tahun, Anggota Komisi V DPR Ingatkan Lonjakan Kasus Covid-19
NU Online · Selasa, 8 Desember 2020 | 06:47 WIB
Muhammad Syakir NF
Penulis
Jakarta, NU Online
Libur Hari Natal dan Tahun Baru dikhawatirkan menimbulkan lonjakan orang yang tertular virus Covid-19. Kekhawatiran itu timbul karena akan terjadi peningkatan mobilitas masyarakat dibanding hari-hari biasa.
Agar kekhawatiran itu tidak terjadi, Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz meminta Kementerian Perhubungan dan Angkasa Pura untuk mengingatkan masyarakat untuk tetap patuh pada protokol kesehatan.
“Persiapan Nataru ini menjadi penting karena saat ini kita belum bisa lepas dari pandemi Covid-19 yang belum berakhir,” ucapnya saat di Bandara Kualanamu, Medan, Sumatera Utara, Jumat (4/12), sebagaimana dilansir situs resmi DPR RI.
Karenanya, Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) ini juga meminta agar seluruh stakeholder mengingatkan masyarakat agar tidak membuat kerumunan.
“Tetap perlu ada satgas yang mengingatkan di setiap titik-titik kumpul, entah itu pelabuhan, terminal, bandara, bahkan tempat makan,” katanya.
Di samping itu, ia juga meminta kepada pemerintah agar memastikan harga tiket transportasi tetap stabil, tidak ada harga yang melampaui batas maksimal.
“Biasanya momen-momen Nataru, harga tiket melambung tinggi di luar kendali dan di luar kemampuan daya beli masyarakat. Oleh karena itu, harus dipastikan harga tiket baik transportasi udara, darat dan laut itu tidak melebihi batas maksimal,” pinta anggota parlemen dapil Jawa Barat III itu.
Pewarta: Syakir NF
Editor: Fathoni Ahmad
Terpopuler
1
Besok Rebo Wekasan, Berikut Amalan dan Doa yang Dianjurkan
2
Alma Esbeye Siap Tampil Meriahkan Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas
3
Ngaji Al-Hikam, Perlu Fase Menepi dari Ketenaran dalam Hidup
4
Muktamar ke-35 NU Bahas Hukum DNA, Kripto, hingga Pasang Chip di Otak
5
Muktamar Ke-35 NU Bahas Revisi UU Sisdiknas dan Ketenagakerjaan, hingga Qanun Jinayat Aceh
6
Indonesia Peringkat Kedua Kasus DBD Terbesar di Dunia, PDNU Nilai Pencegahan Belum Optimal
Terkini
Lihat Semua