Santri Miftahul Ulum Ikuti Pelatihan Wirausaha
NU Online · Senin, 7 April 2014 | 22:01 WIB
Probolinggo, NU Online
Sedikitnya 40 santri Pesantren Miftahul Ulum di Dusun Krajan Desa Jatiurip Kecamatan Krejengan Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Senin (7/4) mengikuti pelatihan keterampilan berupa pembuatan anyaman strapping band yang digelar oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Probolinggo.<>
Kepala Bidang Bina Usaha Kecil dan Menengah pada Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Probolinggo Bambang Supriadi mengungkapkan pelatihan entrepreneurship ini digelar sebagai upaya untuk mendidik santri pondok pesantren agar menjadi seorang entrepreneurship.
“Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi dari program Ibu Bupati Probolinggo untuk mencetak santri entrepreneur melalui program Hati Mesra. Apalagi tahun ini kita ditarget agar mencetak 1.000 wirausaha baru. Dari 1.000 wirausaha baru tersebut, 120 orang diantaranya berasal dari kalangan santri,” ungkapnya.
Menurut Bambang, pelatihan entrepreneurship ini digelar dengan tujuan agar santri memiliki minat kemauan dan kemampuan menjadi wirausahawan serta termotivasi untuk mendirikan usaha, terutama usaha kecil dan menengah.
“Selain itu santri dapat memahami teknik untuk mendirikan usaha, cara membaca peluang usaha dan menjalankan usaha secara professional serta mampu merancang rencana wirausaha kedepan dimulai dari sekarang,” jelasnya.
Dengan adanya pelatihan entrepreneurship ini Bambang berharap agar mampu menggugah bagi para santri lain di Kabupaten Probolinggo agar berminat untuk menjadi seorang wirausaha sehingga mampu mengurangi angka pengangguran dan dapat menciptakan lapangan usaha baru.
“Mudah-mudahan pelatihan ini bisa memberikan semacam motivasi dan dorongan semangat kepada para santri lain agar mampu mengembangkan dan mengolah kemampuan yang dimilikinya untuk dapat menciptakan usaha baru baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain,” harapnya.
Sementara Pengasuh Pesantren Miftahul Ulum KH Wasik Hannan menyambut baik pelatihan entrepreneurship bagi santrinya ini. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan cita-cita pesantren untuk mencetak kader muda yang handal dan berkualitas berbekal ilmu agama dan keterampilan yang dimilikinya selama mondok di pesantren.
“Pelatihan ini merupakan salah satu bagian dalam memberikan keterampilan kepada santri. Paling tidak setelah lulus dari pesantren, santri bisa langsung mempraktekkan ilmu yang didapatnya di tengah-tengah masyarakat sehingga mampu menjadi kebanggaan keluarganya,” ungkapnya. (Syamsul Akbar/Anam)
Terpopuler
1
Kultum Ramadhan: Keutamaan 10 Malam Terakhir dan Cara Mendapatkan Lailatul Qadar
2
Menurut Imam Ghazali, Lailatul Qadar Ramadhan 1447 H Akan Jatuh pada Malam Ke-25
3
Syed Muhammad Naquib al-Attas: Cendekiawan tanpa Telepon Genggam
4
Makna Keterpilihan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran
5
Lafal Doa Malam LaiLatul Qadar, Lengkap dengan Latin dan Terjemah
6
Cendekiawan Malaysia Syed Naquib Alatas Meninggal Dunia dalam Usia 94 Tahun
Terkini
Lihat Semua